Jum'at, 23 Agustus 2019 09:05:34 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520082
Hits hari ini : 1116
Total hits : 4894302
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pasca RUPS Bank Jatim Belum Punya Dirut Baru






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 28 April 2019 11:08:48
Pasca RUPS Bank Jatim Belum Punya Dirut Baru

Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) untuk sementara waktu mengalami kekosongan untuk jabatan direktur utama.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (26/4/2019) belum berhasil memutuskan pengganti dirut sebelumnya, R Soeroso, setelah masa jabatannya berakhir dan tidak mungkin diangkat lagi lantaran sudah menjabat sebagai direktur utama dua kali di BUMD Pemprov Jatim.

Batasan dua periode masa jabatan itu sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Sebelum di Bank Jatim, Soeroso telah menduduki jabatan Dirut di PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jatim atau Bank UMKM Jatim.

Komisaris Independen Bank Jatim, Candra Fajri Ananda, mengatakan sampai digelarnya RUPST, Bank Jatim masih belum memutuskan siap yang akan mengisi jabatan dirut setelah ditinggal R Soeroso.

"Kami punya waktu paling lambat 90 hari untuk menetapkan direktur utama yang baru. Siapa yang layak menduduki posisi itu akan diputuskan dalam RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) nanti,” kata Candra.

Candra memaparkan, selain jabatan Dirut, tiga jabatan direksi juga mengalami kekosongan setelah tiga nama direksi sebelumnya juga mengakhiri jabatannya. Mereka adalah Direktur Operasional Rudie Hardiono, Direktur Menengah Korporasi Suudi dan Direktur Ritel Konsumer dan Usaha Syariah, Tony Sudjiaryanto. Terkecuali Suudi, Rudie Hardiano dan Tony Sudiaryanto sudah menjabat dua periode. Sementara Suudi memang tak bersedia menjabat lagi karena terkendala usia.

Terkait kekosongan jabatan dirut dan direksi lainnya, kata Candra, tugas-tugas yang ada akan dikendalikan oleh direksi yang masih aktif. Dalam sepekan ke depan, Bank Jatim akan membuka kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk mengisi jabatan (direksi) tersebut melalui berbagai seleksi.

"Nanti akan kami umumkan lewat laman resmi perusahaan terkait lowongan direksi Bank Jatim. Untuk jabatan direktur utama, kami masih belum tahu siapa. Itu nanti gubernur yang akan memberi rekomendasi,” terang Candra.

Mantan Dirut Bank Jatim, R Soeroso, menyebut tantangan Bank Jatim ke depan adalah persaingan layanan perbankan, terutama dalam soal teknologi. Saat ini, segala macam layanan transaksi keuangan, sudah berbasis digital. Bank Jatim tentu harus mampu mengimbangi agar mampu bersaing dan memenangi kompetisi.

"Kompetisi itu penting agar bisa memberi layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Soeroso.

Sementara itu, terkait kinerja selama triwulan I 2019, bank yang mayoritas sahamnya dikuasai Pemprov Jatim itu membukukan laba bersih Rp405,5 miliar tumbuh 7,61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy). Untuk aset, tumbuh 14,06 persen menjadi Rp63,1 triliun.

Selama periode tiga bulan di 2019, Bank Jatim mencatatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp51,82 triliun atau tumbuh 15,16 persen. Dari sisi pembiayaan, emiten berkode BJTM itu berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp33,7 triliun atau tumbuh 7,27 persen (yoy). Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp7,15 triliun atau tumbuh 16,61 persen.b1/bis

dilihat : 44 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution