Jum'at, 23 Agustus 2019 17:50:31 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520082
Hits hari ini : 2106
Total hits : 4895293
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pengebom Sri Lanka adalah Pemuda Kaya dan Terpelajar






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 26 April 2019 08:11:06
Pengebom Sri Lanka adalah Pemuda Kaya dan Terpelajar

Kolombo - Polisi Sri Lanka sejauh ini menetapkan sembilan pengebom bunuh diri, termasuk pelaku kesembilan adalah istri dari salah satu pengebom bunuh diri. Delapan dari sembilan penyerang telah diidentifikasi sebagai warga negara Sri Lanka.

Menhan Wijewardene dalam konferensi pers, Rabu (24/4), mengungkapkan mayoritas pelaku bom bunuh diri berasal dari keluarga kaya. Mereka juga dari kalangan terpelajar, termasuk setidaknya lulusan universitas yang menempuh studi di luar negeri.

Di antaranya, kakak beradik laki-laki yaitu Imsath Ahmed Ibrahim dan Ilham Ahmed Ibrahim, berasal dari keluarga ternama dan kaya yang tinggal di satu rumah besar berlantai tiga di Mahawela Gardens, Kolombo.

Ayah mereka, Mohamed Ibrahim, adalah pendiri dari perusahaan Ishana Exports yang berbasis di Kolombo, yang digambarkan di situsnya sebagai “eksportir terbesar rempah-rempah dari Sri Lanka sejak 2006”.

Imsath (ada juga yang melaporkan sebagai Inshaf) adalah pemilik perusahaan tembaga berusia 33 tahun, yang meledakkan dirinya di restoran mewah hotel Shangri-La saat jam sarapan.

Saat polisi melakukan penggeledahan ke rumah keluarganya, adiknya, Ilham Ibrahim, meledakkan bom sampai tewas bersama istri dan ketiga anaknya.

Polisi Sri Lanka tidak mengungkapkan identitas pelaku dan menolak memberi komentar. Menurut Wijewardene, para pelaku serangan Minggu Paskah adalah orang-orang terpelajar dari keluarga kelas menengah ke atas dan mandiri secara keuangan.

“Itu menjadi faktor yang mengkhawatirkan,” katanya.b1/sp

dilihat : 39 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution