Kamis, 27 Juni 2019 13:38:02 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 194
Total pengunjung : 517289
Hits hari ini : 1392
Total hits : 4749604
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Terbukti Bersalah, Idrus Marham Dihukum 3 Tahun Penjara






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 23 April 2019 17:11:17
Terbukti Bersalah, Idrus Marham Dihukum 3 Tahun Penjara

Jakarta - Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham divonis selama 3 tahun penjara dan denda Rp150 juta dengan subsider 2 bulan kurungan karena terbukti menerima suap bersama-sama dengan Anggota Komisi VII DPR dari fraksi Partai Golkar non-aktif, Eni Maulani Saragih.

“Mengadili dan menyatakan terdakwa Idrus Marham terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan penjara selama 3 tahun serta denda Rp150 juta subsider 2 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis hakim Yanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Vonis terhadap Idrus Marham, lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta agar Idrus divonis selama 5 tahun dan pidana denda selama Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Putusan yang diterima Idrus berdasarkan dakwaan kedua Pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Sedangkan, Jaksa KPK menuntut Idrus dari dakwaan pertama dari Pasal 12 huruf a.

Majelis hakim yang terdiri atas Yanto, Hastoko, Hariono, Anwar serta Titik Sansiwi itu tidak membebankan pembayaran uang pengganti kepada Idrus karena sudah dibebankan kepada Eni.

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan Pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi, korupsi adalah kejahatan yang luar biasa, tidak mengakui perbuatan. Hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan, tidak menikmati hasil kejahatan dan belum pernah dihukum,” pungkas Anggota Majelis hakim, Anwar. (CR-1)

dilihat : 18 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution