Selasa, 18 Juni 2019 16:03:12 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 162
Total pengunjung : 514646
Hits hari ini : 2449
Total hits : 4722897
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kemenko PMK Ajak Milenial Positif Bermedia Sosial






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 23 April 2019 08:11:27
Kemenko PMK Ajak Milenial Positif Bermedia Sosial

Surabaya - Makin banyaknya beredar informasi beredar melalui media sosial kerap membawa pesan negatif dan konten informasi bohong atau hoax. Menyikapi hal itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyelenggarakan gathering Positif Bermedia Sosial.

Acara yang digelar di Surabaya, Senin (22/4) itu mengundang para netizen dan pengiat media sosial di wilayah Kota Surabaya. Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida mengatakan gathering dilakukan guna memberikan peluang bagi masyarakat khususnya generasi muda dalam merefleksikan nilai revolusi mental.

"Peserta gathering pengguna media sosial yang diberikan materi terkait Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) agar terbangun karakter yang lebih baik, maju, mandiri, bermartabat, dan berjati diri," kata Nyoman dalam sambutannya, Jumat (22/2).

Diharapkannya dengan kegiatan ini akan timbul pemahaman peserta dalam penggunaan media sosial ke arah lebih positif dan berkomitmen menginformasikan materi positif di media sosial. "Kami berharap peserta yang hadir bisa menjadi kontributor Gerakan Nasional Revolusi Mental dan merasakan langsung nilai baik gerakan ini," jelasnya.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat membuka acara mengajak para pemuda Surabaya untuk bisa aktif di media sosial. Namun ia mengimbau agar penggunaan media sosial dilakukan hanya untuk hal positif yang membawa manfaat untuk orang lain.

“Saya memang tidak terlalu aktif di media sosial. Hanya grup whatsapp saja untuk koordinasi dengan anak buah saya, jika ada persoalan bisa segera ditangani. Jika saya aktif bermedia sosial, maka gak sempat kerja. Kalau tidak dibalas di medsos nanti ada yang kecewa. Sehari 24 jam aja rasanya kurang. Sabtu masuk masih tetap masuk. Coba 26 jam mungkin bisa dua jam untuk balas medsos medsos,” kelakarnya.

Risma juga mengimbau pada generasi muda untuk tidak lagi menyebarkan kinten negatif di media sosial. “Apa untungnya sebarkan hal negatif ke orang lain? Apa menjadi besar karena yang lain jadi jelek karena kata-kata kita. Untuk apa menyakiti orang lain? Untuk apa merasa paling benar. Selama kita menyampaikan hal positif dan maka sudah menjadi hukum alam hal positif akan dartang pada kita,” pungkasnya.info/red

dilihat : 29 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution