Minggu, 17 November 2019 18:02:36 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520217
Hits hari ini : 2444
Total hits : 5087490
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Disbudpar Apresiasi “Silo Monyet Putih” Harumkan Kota Bekasi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 22 April 2019 23:08:27
Disbudpar Apresiasi “Silo Monyet Putih” Harumkan Kota Bekasi

Bekasi - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahmad Zarkasih, mengapresiasi perguruan bela diri pencak silat “Silo Monyet Putih” Kota Bekasi yang berhasil menyabet juara penyaji silat terunik dan terbaik di gelaran Festival Silat Nusantara dalam rangka memeriahkan HUT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ke-44 yang berlangsung, Sabtu 20-21 April 2019.

Dikatakan Ahmad Zarkasih, perguruan pencak silat Silo Monyet Putih Kota Bekasi merupakan Paguyuban pencak silat Betawi yang mengakar pada budaya Betawi yang bertujuan untuk melestarikan budaya Betawi itu sendiri.

“Pastinya, kita bangga dan patut diapresiasi khususnya, buat Bang Kamaluddin beserta tim silat Silo Monyet Putih, karena secara tidak langsung sudah mengharumkan nama Kota Bekasi,” terang Zarkasih, Senin (22/4/2019).

Untuk itu sambung mantan Camat Jatiasih, Zarkasih, Disbudpar Kota Bekasi melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, akan terus melakukan pembinaan terhadap seluruh sanggar silat yang ada untuk melestarikan budaya Kota Bekasi.

“Kesenian maupun kebudayaan yang ada di masyarakat harus terus dipertahankan dan dilestarikan agar anak cucu di masa mendatang mengetahui bahwa budaya dan kesenian di Indonesia khususnya Kota Bekasi cukup banyak,” katanya.

Zarkasih pun, menyambut baik dengan adanya kegiatan Festival Silat Nusantara di HUT TMII ke-44 sebagai salah satu bentuk pelestarian kebudayaan yang semakin terkikis dengan perubahan dan perkembangan zaman era modern sekarang.

“Yang jelas kegiatan ini salah satu kebudayaan Betawi yang semakin lama semakin hilang termakan jaman sehingga perlu adanya upaya untuk melestarikan kebudayaan dan kesenian sebagai salah satu atraksi masyarakat,” ungkapnya.

Paling tidak tambah Zarkasih, zaman boleh berubah namun kebudayaan harus tetap dan terus dipertahankan terlebih kebudayaan Bekasi sangat kental dengan Budaya Betawi, termasuk dalam ketentuan memakai pakaian yaitu pakaian adat khas Bekasi seperti Pangsi sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwal) No. 08 Tahun 2015.

“Kita harus mampu jadikan seni dan budaya daerah menjadi salah satu potensi mendukung keberhasilan pembangunan daerah karena selama ini, banyak masyarakat yang hanya peduli mengagumi kesenian dan budayanya, namun lupa tanggung jawabnya untuk ikut melestarikannya,” pungkas Zarkasih. (Ind/bj)

dilihat : 49 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution