Minggu, 15 September 2019 14:36:52 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520098
Hits hari ini : 6336
Total hits : 4943185
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Facebook Cekal Kelompok dan Pemimpin “Kanan” Inggris






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 19 April 2019 23:05:20
Facebook Cekal Kelompok dan Pemimpin “Kanan” Inggris

London - Facebook telah memberlakukan pencekalan dan larangan pada puluhan individu dan organisasi sayap kanan yang dianggap "menyebarkan kebencian". Larangan tersebut dikenakan pula pada Partai Nasional Inggris dan Nick Griffin, Liga Pertahanan Inggris dan Front Nasional.

Seperti dilaporkan BBC, Kamis (18/4), daftar larangan ini juga mencakup Britain First, yang sudah dilarang. Tetapi tindakan terbaru ini akan melarang dukungan untuk Facebook pada salah satu layanan perusahaan AS.

Dikatakan telah mengambil tindakan karena mereka yang terlibat telah memproklamasikan "misi kekerasan atau kebencian".

"Individu dan organisasi yang menyebarkan kebencian, atau menyerang atau menyerukan pengucilan orang lain atas dasar siapa mereka, tidak memiliki tempat di Facebook," bunyi pernyataan jejaring sosial itu.

Seorang juru bicara Facebook mengklarifikasi apa yang sekarang akan dilakukan pada halaman-halaman yang telah dijalankan oleh kelompok dan individu di situsnya. Semua orang yang telah disebutkan akan dicegah di layanan Facebook apa pun.

Larangan Facebook meliputi : Partai Nasional Inggris dan mantan pemimpinnya Nick Griffin; Britain First, pemimpinnya Paul Golding dan mantan wakil pemimpin Jayda Fransen; Liga Pertahanan Inggris dan anggota pendirinya Paul Ray; Knights Templar International dan promotornya Jim Dowson; Front Nasional dan pemimpinnya Tony Martin; dan Jack Renshaw, seorang neo-Nazi yang berencana membunuh seorang anggota parlemen dari Partai Buruh.

Selain itu, pujian dan dukungan untuk kelompok atau individu yang disebutkan tidak akan lagi diizinkan.

“Larangan itu lama tertunda. Sudah terlalu lama perusahaan media sosial telah memfasilitasi konten ekstremis dan kebencian online dan mengambil keuntungan dari racun," kata anggota parlemen Yvette Cooper, ketua komite Pemilihan Dalam Negeri.b1/red

dilihat : 37 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution