Jum'at, 24 Mei 2019 10:28:33 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 383
Total pengunjung : 507000
Hits hari ini : 1300
Total hits : 4640865
Pengunjung Online : 14
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jembatan Rusak, Jalur Kendaraan Surabaya-Ngawi Dialihkan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 19 April 2019 14:11:22
Jembatan Rusak, Jalur Kendaraan Surabaya-Ngawi Dialihkan

Surabaya - Pasca rusaknya Jembatan Patimura di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan Rabu kemarin, Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun hingga saat ini mengalihkan jalur kendaraan barang arah Surabaya-Ngawi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Kurnia Aminulloh, mengatakan Jembatan Patimura di Desa Bajulan saat ini sudah tidak bisa dilalui karena ambrol. Diduga jembatan itu ambrol karena adanya penurunan permukaan konstruksi jembatan.

"Jembatan Patimura ini untuk jalur kendaraan barang rusak, lebarnya sekitar 2 meter x 3 meter. Untuk keamanan masyarakat, untuk sementara waktu akses jembatan ini ditutup," jelas dia, Kamis (18/4).

Kurnia menambahkan, jembatan tersebut merupakan penghubung utama dari Kecamatan Caruban ke Kecamatan Pilangkenceng. Selain itu, jembatan tersebut juga merupakan jalur utama untuk kendaraan barang dari arah Surabaya-Ngawi.

Pengalihan arus yang dilakukan, untuk kendaraan barang dialihkan ke Jl. Diponegoro baik dari arah Surabaya maupun Ngawi. Sedangkan untuk kendaraan yang dari arah Caruban ke Pilangkenceng atau sebaliknya bisa menggunakan jalur alternatif Purworejo atau Muneng. "Untuk kendaraan pribadi bisa masuk ke ruas kota. Jadi tidak lewat ini," ujar Kurnia.

Dishub juga telah menutup dua pertigaan yang menuju ke jembatan tersebut baik di pertigaan Bajulan maupun pertigaan Kayo. Pihaknya juga telah memasang rambu-rambu penunjuk jalan.

Mengenai waktu penutupan jembatan itu, jelas dia, pihaknya belum mengetahui sampai kapan penutupan dilakukan. Namun yang pasti jembatan tersebut belum layak untuk dilalui kendaraan besar.

"Nanti sampai jembatan tersebut diperbaiki. Kami enggak bisa memberikan jaminan. Kecuali nanti ada alternatif rekayasa bisa dibuka untuk kendaraan roda dua," ujar dia.info/red

dilihat : 13 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution