Senin, 14 Oktober 2019 20:06:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520138
Hits hari ini : 1513
Total hits : 5022097
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dugaan Korupsi Proyek Taman Kota Citarik Kabupaten Bekasi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 11 April 2019 05:08:35
Dugaan Korupsi Proyek Taman Kota Citarik Kabupaten Bekasi

Bekasi - Besarnya anggaran yang digelontorkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, tahun 2018, untuk membangun “Taman Kota Citarik” sisi Barat Kecamatan Cikarang Timur yang mencapai Rp1,5 miliar. Namun, tidak sebanding dengan fakta yang ditemukan dilapangan yang diduga telah merugikan keuangan negara.

“Kita sudah investigasi langsung ke lapangan Taman Citarik yang berlokasi di Cikarang Timur, cukup memprihatinkan dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp1,5 miliar itu,” kata Ketua DPC LSM Komisi Anti Mafia Peradilan dan Anti Korupsi Republik Indonesia (KAMPAK-RI), Drs. Marojahan Sianipar atau yang biasa dipanggil Bang Jack kepada Beritaekspres.com, Rabu (10/4/2019).

Warga setempat pun sambung Jack, mengungkapkan, lampu Taman Kota Citarik seringkali mati atau tidak menyala bahkan sampai satu minggu, barulah diperbaiki.

“Rumputnya pun, banyak yang nggak ditanam. Pemborongnyakan anak Anggota DPRD di Kabupaten Bekasi asal Partai Demokrat. Keduanya kini tengah nyaleg, anaknya DPRD Kabupaten Bekasi dan bapaknya untuk DPRD Provinsi,” ungkap Jack mengukutip perkataan warga.

Oleh karena itu lanjut Jack, pihaknya LSM KAMPAK-RI, mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Pemerintah Kabupaten Bekasi, terkait pekerjaan proyek Taman Kota Citarik sisi Barat, Kecamatan Cikarang Timur, yang dikerjakan PT. Fajar Mustika (FM) selaku pelaksana proyek.

“Kalau kita cermati dilapangan, pemasangan bolard dan rumput gajah tidak sesuai dengan spek, baik secara kualitas dan kuantitas. Artinya, pekerjaannya, tidak sesuai dengan nilai kontrak atau Rencana Anggaran Belanja. Sementara, Pemerintah sudah bayar full atas pekerjaan itu. Namun, tidak sebanding dengan hasil kerjanya,” sindir Jack.

Jack pun mempertanyakan hasil pengecekan pekerjaan dan pengawasan dari Pemerintah sebelum dicairkannya pembayaran proyek. Sebab menurutnya, sangat janggal jika proyek itu dinilai sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) atau nilai kontrak sesuai dengan spek yang sudah ditentukan Pemerintah.

“Kalau dilihat fakta lapangan, bagaimana cara Pemerintah melakukan pengecekan, sehingga pekerjaan seperti ini bisa lolos dibayar full dari APBD yang notabene merupakan uang masyarakat. Kalo tidak sesuai hasil pekerjaannya dengan uangnya ya jelas masyarakat dirugikan dan itu korupsi. Kalo BPK kan hanya ngecek secara administrasi belum tentu kelapangan,” katanya.

Ditambahkan, Marojahan, pihaknya LSM KAMPAK-RI akan segera membuat laporan dugaan korupsi terkait proyek Taman Kota Citarik dibawah Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Pemerintah Kabupaten Bekasi. “Selain Distarkim, pihak ketiga sebagai pelaksana proyek pun kita akan laporkan karena merugikan keuangan negara,” pungkasnya.Bj/red

dilihat : 481 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution