Jum'at, 24 Mei 2019 09:45:48 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 359
Total pengunjung : 506976
Hits hari ini : 1151
Total hits : 4640716
Pengunjung Online : 12
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Cover Driver Online, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Aplikasi Digital






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 10 April 2019 11:11:53
Cover Driver Online, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Aplikasi Digital

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan aturan ojek online dalam bentuk Permenhub No 12 tahun 2019. Yaitu, tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Salah satu yang diatur dalam aturan ini adalah kepastian bagi mitra driver untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan jaminan sosial kesehatan. Untuk mendapatkan layanan tersebut maka mitra driver harus menjadi peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Menyambut regulasi baru tersebut, Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pihaknya menyiapkan teknologi digital untuk melindungi para driver online.

”Kami siapkan pengembangan aplikasi supaya memudahkan para driver online mendaftar kepesertaan dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Agus di sela acara pengumuman Lomba Karya Tulis BPJS Ketenagakerjaan Journalistic Award 2018 di Jakarta (9/4/2019).

Agus mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan provider aplikasi tansportasi online seperti Gojek dan Grab. Tujuannya untuk mengembangkan aplikasi mereka agar mengakomodasi para drivernya untuk memudahkan pendaftaran dan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan. Dikatakan, kepesertaan driver online akan masuk ke ranah bukan penerima upah (BPU) atau pekerja mandiri.

Lantaran, antara provider apliasi dan para driver bukan merupakan hubungan pemberi kerja dan pekerja. Tetapi hubungan kemitraan. ”Untuk sementara para driver bisa mengikuti dua program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” tegas Agus.

Sebagai gambaran kedua program itu iurannya sekitar Rp 16.800 perbulan. Kendati murah, namun manfaat perlindungannya tanpa batas alias unlimited untuk penjaminan pemulihan kecelakaan kerja. Dirinya mengakui, driver online tergolong profisi dengan risiko tinggi. Tetapi pihaknya tidak boleh pilih-pilih dalam menerima kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

”Kalau kami lembaga profit menggolongkan profesi ini risiko tinggi maka iurannya harus lebih mahal atau kami tolak. Tapi kami mendapatkan amanah dari UU untuk memberikan perlindungan kepada siapapun dengan risiko pekerjaan papun harus dilindungi,” tandasnya.ind/red

dilihat : 435 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution