Selasa, 16 Juli 2019 11:34:08 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520044
Hits hari ini : 1050
Total hits : 4808956
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -ITS Jalin Kerja Sama Dengan Grab






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 10 April 2019 11:05:04
ITS Jalin Kerja Sama Dengan Grab

Surabaya - Saat ini, masyarakat bisa dikatakan tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan akan transportasi online, mulai dari mengantarkan penumpang, barang, hingga makanan. Tak terkecuali oleh sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Demi memudahkan kebutuhan tersebut dan memperlengkap fasilitas, ITS bekerja sama dengan Grab Indonesia menghadirkan Grab Smart Shelter di dalam kampus, Senin (8/4).

Grab Smart Shelter merupakan salah satu terobosan dari Grab Indonesia, yang mana berfungsi sebagai lokasi penjemputan (pick-up point) bagi para penggunanya. Dinamakan smart shelter lantaran di halte ini disediakan fasilitas wi-fi dan saklar listrik yang dapat digunakan sembari menunggu penumpang atau pengemudi penjemput.

Kerap kali terjadi pengemudi Grab yang kesulitan menemukan lokasi penumpang. Setelah adanya fasilitas titik penjemputan yang nyaman ini, pihak Grab dan ITS berharap agar dapat memudahkan pengemudi dan penumpang di wilayah ITS. Sebagai permulaan, titik Grab Smart Shelter yang sudah siap digunakan adalah titik penjemputan yang terletak di depan gedung Rektorat ITS.

Pada peresmian titik penjemputan Grab di Rektorat ITS, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD menyikapi hal ini dengan antusias. Rektor yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa jabatannya tersebut menyampaikan bahwa ITS sudah lama mengamati dan memperhatikan pengguna ojek online (ojol).

Pengemudi ojol sendiri, diakui Joni kerap berseliweran di wilayah ITS dari dini hari hingga larut malam. Sehingga melalui fasilitas ini, Guru Besar Teknik Lingkungan ini menuturkan bahwa para pengemudi ojol dapat menunggu penumpang di fasilitas yang telah disediakan. “Agar kenyamanan dan ketertiban kampus ITS tetap dirasakan segenap sivitas akademika juga,” ungkapnya meyakinkan.

ITS memiliki lokasi kampus yang cukup luas, dan kebutuhan titik penjemputan tidak hanya di lingkup gedung rektorat. Oleh karena itu, ke depannya diharapkan agar jumlah titik penjemputan ditambah dan disebar di lokasi strategis lainnya. “Sehingga segenap sivitas akademika ITS pun dapat termudahkan oleh fasilitas ini,” pungkas pria asal Bandung ini.pr/red

dilihat : 444 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution