Kamis, 20 Juni 2019 07:52:11 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 109
Total pengunjung : 515097
Hits hari ini : 713
Total hits : 4728114
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Menteri Susi Apresiasi Pengolahan Sampah di Pelabuhan Muncar Banyuwangi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 05 April 2019 08:08:35
Menteri Susi Apresiasi Pengolahan Sampah di Pelabuhan Muncar Banyuwangi

Banyuwangi - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengapresiasi pengolahan sampah berbasis masyarakat di Desa Tembokrejo Pelabuhan Muncar Kabupaten Banyuwangi.

“Ini upaya yang sangat baik dari pemerintah daerah. Saya berharap penanganan sampah ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,” kata Menteri Susi.saat mengunjungi tempat pengolahan sampah sementara (TPST) di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (4/4).

TPST ini dikelola oleh warga dengan pendampingan Pemkab Banyuwangi dan organisasi non-pemerintah (NGO) dunia yang didanai Norwegia dan institusi bisnis Borealis dari Austria, Systemiq.

Dalam kesempatan itu, Susi melihat bagaimana sistem pengolahan TPST, mulai pemilahan sampah yang diangkut petugas dari rumah warga, hingga pengolahan sampah organik yang dimanfaatkan untuk kompos dan budidaya larva lalat black soldier fly, untuk mengurai sampah organik dan dapat dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak.

Susi berharap agar kapasitas TPST tersebut bisa ditingkatkan. Salah satunya dengan melatih cara pemilahan sampah sejak di rumah tangga. Sehingga semakin banyak tenaga yang bisa terlibat.

“Kalau kapasitasnya semakin besar nanti bisa jadi industri. Namun yang paling penting warga terus diedukasi untuk terus menjaga lingkungannya agar selalu bersih sehingga terhindar dari penyakit,” kata Susi.

Susi mengakui, beberapa kali ke Banyuwangi selalu menghindar untuk datang ke Muncar, karena takut bau dan kumuh. “Pak Bupati memaksa saya untuk kemari, akhirnya saya mau. Ternyata TPI nya bersih dan tidak bau seperti yang dulu saya bayangkan, sudah banyak perubahan,” ungkapnya..

Terkait penanganan sampah, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan kawasan Muncar memang menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus. Salah satunya lewat kerja bareng antara Pemkab dan Systemiq.

"Alhamdulillah, meski masih melibatkan 3.214 KK, namun sudah mulai tumbuh budaya di kalangan masyarakat untuk mengurangi serta mengolah sampah di kawasan Muncar. Targetnya, ada ada 22 ribu KK ikut program ini, pada akhir 2019," kata Anas.

Sebelum ke TPST, Susi berdialog dengan ratusan nelayan di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi. Dalam dialog itu, dia meminta nelayan peduli pada penanganan sampah plastik, yang menjadi polusi bagi laut.

“Bila dari sekarang kita tidak mengurangi penggunaan sampah plastik, tahun 2030 diprediksi di laut akan lebih banyak sampah plastik daripada ikan. Maka itu, saya minta semua warga terlibat pengurangan limbah plastik dan jangan buang sampah di laut,” tegas Susi.info/red

dilihat : 436 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution