Senin, 17 Juni 2019 06:20:18 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 60
Total pengunjung : 514292
Hits hari ini : 1101
Total hits : 4716564
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kompolnas Lakukan Pengawasan Pendidikan di SPN Polda Kaltim






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 03 April 2019 20:05:29
Kompolnas Lakukan Pengawasan Pendidikan di SPN Polda Kaltim

Surabaya - Merujuk pada amanat Undang-Undang No.2 Tahun 2002 tentang Polri dan Peraturan Presiden (Perpres) No.17 Tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bahwa fungsi Kompolnas adalah sebagai pengawas fungsional Polri yang diatur dalam Perpres yaitu, pemantauan dan penilaian kinerja dan integritas anggota dan pejabat Polri.

Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi yang baru minggu lalu melakukan pengawasan pendidikan pembentukan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) mengatakan, maksud dan tujuan kunjungan kerjanya ke Polda Kaltim adalah untuk melakukan pengawasan pendidikan pembentukan Polri di SPN Polda Kaltim yang dikaitkan dengan 8 standar pendidikan.

Diantaranya sambung Dede, seperti sertifikasi tenaga pendidik, sarana prasarana, kurikulum, standar mutu lulusan, dan lain–lain. Jika dinilai masih ada kekurangan–kekuarangan, tentu harus diperbaiki secara bersama-sama agar mutu lulusannya sesuai dengan standar mutu lulusan yang ditetapkan.

“Bukan soal pengetahuan (knowledge) saja, tetapi juga keterampilan (skill) dan perilaku (attitude). Dengan kata lain menyentuh aspek kognitif, afektif dan psikomotorik,” terangnya, Rabu (3/4/2019).

Dijelaskan Dede, setelah diterima Kapolda Kaltim dan Karo SDM, Tim Kompolnas langsung meluncur ke SPN dan langsung diterima Kepala SPN dan jajaran pejabat utamanya. Pada kesempatan itu, Kepala SPN juga menjelaskan secara rinci terkait 8 standar pendidikan di SPN, termasuk adanya rencana pindah lokasi ke daerah Kutai Kartanegara.

Dalam kesempatan itu, Dede pun memberi arahan–arahan terkait tantangan Polri ke depan yang dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungan strategis, termasuk perubahan nalar generasi milenial yang semakin cerdas, kritis dan berbasis teknologi mutakhir.

Menurutnya, banyak hal yang perlu disikapi secara cermat, seperti pembaruan kurikulum melalui proses evaluasi yang komprehensif. Termasuk pengakuan jabatan dan tunjangan fungsional Tenaga Pendidik (gadik) yang harus ditingkatkan, agar menambah semangat dan merasa lebih dihargai.

“Hal ini sangat penting, karena sekaligus bisa berimplikasi terhadap gairah dan motivasi dalam mengajar sehingga hasil transfer knowledge-nya akan semakin optimal,” ujarnya.

Masih kata Dede, selepas dari SPN Polda Kaltim, Tim Kompolnas melanjutkan kegiatan dibeberapa Polres yang berada di wilayah Kaltim, seperti Polres Balikpapan, Polres Samarinda, Polres Kukar dan Polres Bontang.

Dikatakan Dede, kegiatan di polres–polres tersebut pada dasarnya untuk mendapatkan feedback terkait mutu lulusan SPN yang sudah ditempatkan dan bekerja di Polres. Umpan balik (feedback) ini dianggap penting untuk mengetahui apa–apa yang dianggap masih kurang dan untuk mengetahui apa–apa yang harus ditingkatkan.

Pada kesempatan itu lanjut Dede, tentu terbangun dialog dan diskusi yang interaktif. Juga ada beberapa masukan dan saran–saran perbaikan agar ke depan mutu lulusan SPN ini bisa lebih bagus dan lebih bagus lagi.

“Parameter yang sering menjadi sorotan Kompolnas adalah hal–hal yang terkait dengan disiplin, rasa tanggung jawab, pengendalian emosi, respek terhadap senior atau atasan, dan lain–lain,” ungkapnya.

Diakhir setiap kesempatan sambung Dede, tak lupa memberikan petuah dan motivasi–motivasi agar seluruh anggota Polri bisa bekerja lebih semangat lagi, lebih ikhlas lagi dan harus tahan uji terhadap segala godaan yang bisa merusak marwah dan kehormatan institusi.

Dede juga menghimbau agar semua anggota pandai mengelola siklus psikologi sehingga bisa bersikap lebih matang dalam melihat berbagai persoalan kemasyarakatan. Insan Polri harus mampu menjadi tauladan dan pelopor tertib sosial di ruang publik, agar masyarakat bisa mencontoh kinerja dan integritas dalam kehidupan empirik.

“Tentu bukan hal yang mudah, tetapi selama niat yang kuat masih ada, maka semua akan tercapai meskipun harus bertahap. Kita juga memberikan kenyakinan bahwa kita semua bisa dan harus terus berubah menuju ke arah yang lebih baik, dan lebih baik lagi,” pungkas Dede. (Ind/BJ)

dilihat : 435 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution