Sabtu, 24 Agustus 2019 03:57:21 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520083
Hits hari ini : 421
Total hits : 4896531
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Irama Budaya Sinar Nusantara Bangkitkan Rasa Cinta Generasi Milenial Akan Ludruk






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 29 Maret 2019 11:11:26
Irama Budaya Sinar Nusantara Bangkitkan Rasa Cinta Generasi Milenial Akan Ludruk

Surabaya - Sebagai kesenian tradisional asli Jawa Timur Ludruk kecintaan masyarakat khususnya generasi milenial akan ludruk semakin memudar di era digital saat ini.

Tidak ingin kesenian ludruk pupus dan terlupakan, seniman Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara Surabaya, Meimura menggelar roadshow “Ludruk Monolog” keliling Indonesia untuk mengajak generasi milenial kembali mencintai kesenian ludruk.

Meimura mengatakan bahwa, ini merupakan salah satu langkah para seniman khususnya seniman Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara Surabaya untuk terus melestarikan kebudayaan Jawa Timur. Sehingga, ludruk bisa dikenal tidak saja oleh masyarakat Jawa Timur tapi seluruh masyarakat Indonesia.

“Roadshow keliling Indonesia ini, sebagai upaya Meimura untuk menjaring aspirasi generasi milenial, tentang kesenian tradisional Jawa Timur. Agar mereka lebih mengenal dan mencintai ludruk Jawa Timuran,” kata Meimura saat dijumpai disela sela latihan pementasan ludruk Monolog Ritus Travesty di Panggung Tobong Gedung Ludruk Kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya, Rabu, (27/03) sore.

“Mendekatkan Ludruk pada generasi milenial menjadi hal yang sangat penting. Mengingat, saat ini generasi muda seolah kurang memahami bahwa Ludruk adalah salah satu warisan kekayaan budaya Nusantara,” sambungnya.

Diakui oleh Meimura bahwa, dulu ludruk merupakan kesenian yang sangat hebat. Sampai memiliki komunitas besar yang berjumlah 595 kelompok. Namun, berjalannya waktu dan kemajuan jaman kesenian ludruk mulai kurang peminatnya. Hingga, tidak lebih dari 10 kelompok Ludruk yang masih aktif.

“Melalui Roadshow keliling Indonesia ini, saya berharap masyarakat terutama generasi milenial kembali semakin dekat dan mencintai kesenian ludruk Jawa Timur,” terang Meimura.

Dalam roadshow “Ludruk Monolog” nanti, Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara Surabaya akan membawakan sejumlah lakon, diantaranya lakon Ritus Travesty, dan Tandak Cross Gender.

Setelah pentas di Kota Surabaya, dijadwalkan pada 30 Maret 2019 Monolog Ludruk akan menyapa masyarakat Banjarmasin, atas inisiasi dari teater Kita dan Budayawan Yadi Suryadi. Kemudian Memira melanjutkan ke Solo, 21 April 2019.

“Selama Roadshow nanti, kita tidak melakukan pementasan ludruk saja. Tapi juga membuka ruang diskusi terkait kesenian Ludruk. Dengan harapan, menemukan titik temu kesenian Ludruk dengan keinginan generasi Millenial terkait masa depan Ludruk,” pungkasnya mengakhiri.ws/red

dilihat : 440 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution