Senin, 14 Oktober 2019 22:13:00 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520138
Hits hari ini : 1798
Total hits : 5022382
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Modernisasi Alutsista Tingkatkan Kemampuan dan Profesionalisme Prajurit






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 29 Maret 2019 11:05:32
Modernisasi Alutsista Tingkatkan Kemampuan dan Profesionalisme Prajurit

Jakarta - Semakin canggihnya Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang dimiliki oleh TNI AD saat ini, menuntut prajurit untuk terus menguasai dan meningkatkan keahliannya dalam mengawaki senjata baru dan modernisasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed) TNI AD, Kolonel Arm Purbo Prastowo, S.I.P saat menerima kunjungan Tim Dispenad yang diketuai Kasubdis Penerangan Media Cetak Dispenad Letkol Inf Paiman, di Markas Pussenarmed, Cimahi, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019).

Kolonel Purbo mengungkapkan, dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun terakhir ini, perkembangan kecanggihan persenjataan yang dimiliki Kecabangan Armed memang sangat luar biasa pesat.

“Terakhir dengan adanya Meriam Caesar 155, Roket Astros dan Meriam GS M109A4-BE Howitzer. Ketiga alutsista ini memiliki tingkat kecanggihan dan kesulitan penggunaannya masing-masing,” ucapnya.

Dengan banyaknya Alutsista baru dan modern yang didatangkan, tentunya alat-alat ini membutuhkan sistem operasi yang beda daripada yang lama.

“Oleh karena itu, menjadi salah satu tugas dari Pussenarmed selaku Pembina utama dalam Kecabangan untuk meningkatkan kemampuan para prajurit Armed,” terang Kolonel Purbo.

“Salah satu tugas Pussenarmed untuk membuat doktrin yang disesuaikan dengan Alutsista yang baru dan disesuaikan juga dengan Alutsista di kecabangan lain,” imbuh lulusan Akademi Militer 1989 tersebut.

Terkait penyesuaian dengan kecabangan lain tersebut, lanjut pria asal Tuban Jawa Timur ini, hal itu dikarenakan setiap satuan atau kecabangan tidak bisa berdiri sendiri dan bekerja sendiri saat melakukan sebuah operasi.

“Kavaleri, Artileri enggak bisa berdiri sendiri, walaupun ada kemampuan untuk melakukan serangan Artileri. Oleh karena itu, doktrin-doktrin yang dibuat harus menyesuaikan, baik untuk Armed itu sendiri ataupun untuk kecabangan lain, supaya bisa sinkron,” katanya.

Meriam Caesar 155 adalah sebuah meriam berkaliber 155 mm yang memiliki daya tembak sejauh 39 hingga 40 Km. Meriam ini dibuat PT Nexter, sebuah perusahaan persenjataan di Roanne, Prancis.

Sedangkan Roket Astros, memiliki jarak capai kurang lebih 80 Km dan jarak 300 Km jika kembangkan dengan daya hancur kurang lebih 52 hektar.

Kemudian Meriam GS M109A4-BE Howitzer adalah howitzer self-propelled dengan kaliber 155 mm asal Amerika. Howitzer ini telah digunakan selama bertahun-tahun oleh tentara Belgia, dengan modifikasi berkelanjutan dan upgrade dari versi dasar.

Hadir dalam penerimaan kunjungan tersebut, Wadan Pussenarmed Kolonel Arm Khoirul Hadi, para Direktur Pussenarmed beserta seluruh staf Pussenarmed. (Dispenad/mun)

dilihat : 448 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution