Minggu, 21 Juli 2019 09:23:39 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520049
Hits hari ini : 653
Total hits : 4820003
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -BPJS Ketenagakerjaan dan Socso Lindungi Pekerja Migran Indonesia






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 06 Maret 2019 08:14:53
BPJS Ketenagakerjaan dan Socso Lindungi Pekerja Migran Indonesia

Jakarta - BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-KT) menjadi penyelenggara jaminan sosial untuk meningkatkan perlindungan bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Ini membuktikan komitmen pemerintah dalam memperbaiki perlindungan pekerja migran Indonesia.

Hal ini dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) bersama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Penyelenggara Jaminan Sosial di Malaysia, Pertubuhan Keselamatan Sosial (Perkeso) atau Socso. Seremonial penandatanganan MoC dilaksanakan di Menara Perkeso, Kuala Lumpur-Malaysia, Senin (04/03).

MoC ditandatangani untuk menyambut regulasi terbaru pemerintah Malaysia terkait perlindungan jaminan sosial kepada seluruh Pekerja Migran di Malaysia. Sama halnya di Indonesia, mulai tahun 2019 berlaku UU Perlindungan baru bagi pekerja migran di Malaysia, dari yang sebelumnya dikelola oleh industri komersial melalui skema Workmens Compensation (WC) ke pemerintah melalui skema perlindungan negara yang dikelola Socso.

Ketua Eksekutif Ketua Pengarah Perkeso, Dato Mohammed Azman dalam siaran pers di Jakarta, Selasa 5/3, mengatakan, dengan adanya regulasi baru ini, sejak Januari 2019 seluruh pekerja migran memiliki hak yang sama dan mendapat perlakuan yang sama dalam hal perlindungan jaminan sosial, persis dengan yang selama ini didapatkan oleh warga lokal Malaysia, tanpa diskriminasi.

Dato Azman menambahkan, pihaknya menindaklanjuti regulasi ini dengan segera menjalin kerja sama dengan negara-negara asal pekerja migran yang ada di Malaysia. Nantinya para pekerja migran di Malaysia akan mendapatkan perlindungan dari dua institusi, dari Socso dan badan penyelenggara jaminan sosial negara asal, dalam hal ini BPJS Ketenagakerjaan untuk Indonesia.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyebutkan, penandatanganan MoC ini adalah babak baru perlindungan PMI di Malaysia, dukungan Socso akan dapat meningkatkan manfaat dan coverage pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Agus menyatakan cakupan MoC dengan Socso meliputi sharing data kepesertaan, sosialiasi dan edukasi bersama, pemberian pelayanan lintas negara dan penegakan law enforcement.

Sebagai langkah awal implementasi MoC, akan dilaksanakan sharing data pekerja migran Indonesia yang mendaftar di Indonesia untuk selanjutkan disampaikan kepada Socso. Begitu juga sebaliknya, PMI yang sudah menetap di Malaysia dan mendaftar di Socso akan diberikan laporan data kepesertaannya kepada BPJS Ketenagakerjaan.

"Indonesia merupakan negara pertama yang melakukan kerjasama ini dengan Socso, dan akan menyusul pula penyelenggara jaminan sosial dari negara lain yang turut mengirimkan tenaga kerjanya dalam jumlah yang cukup besar ke Malaysia seperti India, Nepal, dan Bangladesh," ujar Dato Azman.***

dilihat : 439 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution