Selasa, 19 November 2019 20:23:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520220
Hits hari ini : 2825
Total hits : 5093718
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sudah Turun 20 Persen, Harga Tiket Garuda Indonesia Masih Terasa Mahal






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 04 Maret 2019 08:08:35
Sudah Turun 20 Persen, Harga Tiket Garuda Indonesia Masih Terasa Mahal

Surabaya - Upaya maskapai penerbangan untuk menurunkan harga tiket belum berdampak positif untuk penumpang. Harga tiketnya masih terasa mahal bagi masyarakat.

Penurunan harga tiket itu dilakukan oleh Garuda Indonesia. Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal menyebut, harga tiket pesawat yang turun itu dari harga yang sudah naik. “Harga tiket pesawat masih terasa mahal bagi masyarakat,” ungkapnya seperti dilansir Lombok Post, Senin (4/3).

Berdasarkan pantauan di beberapa penjualan tiket pesawat secara daring, harga tiket pesawat rute Jakarta – Lombok untuk penerbangan, 20 Maret 2019 atau sebaliknya mulai dari Rp 961 ribu hingga Rp 3 juta. Khusus untuk Garuda Indonesia berada pada harga Rp 1,9 juta. Harga tersebut untuk penerbangan langsung. Bukan transit. Jika penerbangan transit lebih mahal lagi.

Tinginya harga pesawat ini, Faozal mengklaim pihak Pemprov NTB sudah maksimal untuk meminta pihak maskapai agar menurunkan harga tiket pesawat. “Gubernur NTB sudah bersurat ke menteri dan maskapai, tapi tetap saja belum ada solusi,” katanya.

Selain itu, imbuh Faozal, dirinya sudah berbicara dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Tapi kementerian itu sangat hati-hati karena menyangkut kewenangan menteri yang lain. Seperti menteri BUMN dan menteri Perhubungan.

Terkait sepinya penerbangan ke Lombok, menurut Faozal tidak hanya dipicu oleh low season. Sebab low season tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan jumlah kunjungan terjadi di seluruh Indonesia.

Masalah ini dipicu oleh banyak hal. Mulai dari kenaikan harga tiket yang tidak terkontrol, penundaan penerbangan ke berbagai tujuan, hingga bagasi berbayar.

Untuk Lombok kunjungan masih terjaga karena tertolong dengan agenda wisata Meeting Incentive, Convention and Exhibition (MICE). Beberapa pertemuan tingkat nasional dan acara pemerintah daerah banyak digelar di hotel-hotel.

Kondisi itu membuat bisnis hotel tetap bergairah. Para tamu yang hadir dalam MICE bisa datang karena dibiayai instansinya, harga tiket tidak jadi persoalan.fjr/red

dilihat : 455 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution