Jum'at, 24 Mei 2019 09:45:52 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 359
Total pengunjung : 506976
Hits hari ini : 1152
Total hits : 4640718
Pengunjung Online : 12
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Talud Gereja Katolik Stasi Tampo Diperbaiki






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 23 Februari 2019 20:02:21
Talud Gereja Katolik Stasi Tampo Diperbaiki

Makale — Talud dari bahan beronjong (gabions) yang ambruk di Gereja Katolik Stasi Tampo, Kecamatan Makale, Tana Toraja, diperbaiki. Perbaikan talud senilai Rp992,2 juta itu dilaksanakan oleh rekanan (kotraktor) CV. Jalinan Sutra Maroson.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja, Alfian Andi Lolo, bersama Ketua Tim TP4D Kejaksaan Negeri Tana Toraja, meninjau pembongkaran dan perbaikan pekerjaan bronjong langsung ke lokasi pembangunan,Jumat,22/02 .

Berdasarkan hasil peninjauan dan analisa sementara, robohnya talud tersebut, selain karena volume curah hujan yang tinggi, juga diduga karena kesalahan pemasangan dasar bronjong.

“Penyedia (rekanan) sudah sepakat untuk memperbaiki pekerjaan ini kembali. Tentu dengan pengawasan yang ketat, baik dari TP4D Kejari Makale, juga dari konsultan pengawas,” ungkap Alfian seperti dikutip dari karebatoraja.com.

Sebelumnya, dalam penjelasannya kepada karebatoraja.com, Alfian menyebut proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan dan masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.

“Saya sudah perintahkan kontraktor pelaksana untuk memperbaiki talud ini, karena masih tanggung jawab mereka,” kata Alfian, saat dikonfirmasi Minggu petang, 17/02.

Alfian mengatakan, biaya proyek ini belum sepenuhnya dibayarkan ke rekanan/kontraktor pelaksana. Juga belum diperiksa oleh Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami tidak akan melakukan pembayaran secara utuh sebelum APIP dari BNPB serta BPKP memeriksa pekerjaan tersebut,” tegas Alfian. (*)

dilihat : 432 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution