Rabu, 17 Juli 2019 20:17:02 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520045
Hits hari ini : 2219
Total hits : 4812634
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Penyuluh Hukum Kemenkumham Jatim Beri Penjelasan Isu Hoax pada Masyarakat






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 22 Februari 2019 23:11:38
Penyuluh Hukum Kemenkumham Jatim Beri Penjelasan Isu Hoax pada Masyarakat

Surabaya - Isu Hoax atau berita bohong saat ini menjadi sesuatu yang viral di media sosial. Hoax menjadi sebuah hal yang menyesatkan bilamana berita tersebut sampai kepada publik tanpa ada rambu-rambu peringatan yang jelas.

Menyikapi persoalan hoax, penyuluh hukum dari Kanwil Kemenkumham Jatim kini diterjunkan langsung ke masyarakat. Mereka memberikan pemahaman dan informasi langsung pada masyarakat termasuk bahaya dan konsekuensi hukum terkait penyebaran hoax di media sosial.

Penyuluh Hukum Ayu Febriana dan Dewi Ratnasari memenuhi undangan dari Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jatim untuk sharing tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kegiatan diikuti oleh 50 warga Desa Janti Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo. Selain penyuluh hukum, Biro Hukum Setdaprov Jatim juga mengundang narasumber dari Anggota DPRD Provinsi, Asisten I Pemkab Sidoarjo dan Dispenduk Capil Sidoarjo.

Dalam materi yang dipaparkan Ayu menjelaskan muatan UU ITE, di mana salah satunya mengatur tentang tata cara bermedia sosial yang baik dan benar. Sedangkan pelanggaran yang paling sering dilakukan adalah ujaran kebencian dan peyebaran berita bohong (hoax), mengutip pernyataan dari Menteri Propaganda Nazi Jerman bahwa kebohongan yang dikampanyekan terus menerus dan sistematis akan berubah menjadi (seolah-olah) kebenaran.

Ayu juga mengingatkan bahwa gara gara jari seseorang bisa terkena jerat pidana, seperti yg tercantum dalam psl 28 UU ITE dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 1 Miliar rupiah. Ujaran kebencian dan Hoax saat ini dikhawatirkan akan menggangu kerukunan masyarakat dan mengusik persatuan bangsa.

“Tujuan dari pembuat berita bohong tersebut adalah untuk membuat suasana menjadi kacau, masyarakat terpecah pelah hingga dapat dgn mudah diadu domba,” jelasnya, Jumat (22/2).

Penyuluh pun mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menjadi netizen yang cerdas agar tidak tersangkut hukum karena turut menyebarkan berita hoax dan membuat ujaran kebencian. Lakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan berita. Jika berita tersbut benar dan bermanfaat maka sebarkan.

Jika sebaliknya (informasi tidak benar), lanjut dia, sebaiknya tidak perlu dishare agar berita hoax tidak semakin menyebar. Sebagai penutup disampaikan pula bahwa masalah ujaran kebencian dan hoax tidak bisa hanya diatasi dengan jalur hukum. Namun perlu diberikan edukasi mengenai hak kebebasan berbicara dan berpendapat agar masyarakat dapat membedakan antara hak yang dapat dinikmati dengan pelanggaran yang mungkin mereka lakukan.info/red

dilihat : 446 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution