Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/pustaka1/domains/pustakalewi.net/public_html/config.php on line 10
PUSTAKALEWI NEWS
 Jum'at, 13 Desember 2019 18:40:58 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 20599
Hits hari ini : 886
Total hits : 567069
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tim Intelijen Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi Ahmad Marzuki






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 22 Februari 2019 23:05:33
Tim Intelijen Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi Ahmad Marzuki

Surabaya - Gabungan Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban, Jawa Timur, berhasil menangkap terpidana korupsi atas nama Ahmad Marzuki di Tuban, Jawa Timur, Rabu (20/2/2019) kemarin.

“Terpidana Ahmad Marzuki ditangkap sekitar pukul 05.30 WIB,” terang Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Mukri kepada Beritaekspres.com, Kamis (21/2/2019).

Dijelaskan Mukri, penangkapan itu berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang bernomor: 26/Pid.Sus-TPK/2017/PN.Tjk tanggal 12 Oktober 2017 dimana Ahmad Marzuki dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

“Ahmad Marzuki dijatuhi pidana penjara selama 6 tahun pidana denda sebesar Rp200 juta dan subsider pidana kurungan selama 6 bulan serta dikenakan kewajiban membayar uang pengganti sekitar Rp986,6 juta,” katanya.

Ditambahkan Mukri, penangkapan buronan yang ke-18 di tahun 2019 ini merupakan implementasi dari program Tangkap Buronan 311 (Tabur-311) yang menargetkan masing-masing Kejaksaan Tinggi (Kejati) minimal menangkap 1 buronan setiap bulannya.

“Jadi, tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan yang melarikan diri (Buron), baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana. Dimanapun mereka bersembunyi pasti kami kejar dan tangkap,” pungkasnya. (Bang/bj)

dilihat : 453 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution