Minggu, 18 Agustus 2019 14:39:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520077
Hits hari ini : 1064
Total hits : 4877173
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ikatan Pemuda Hindu Banten Ajak Masyarakat Stop Sebar Hoax di Media Sosial






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 17 Februari 2019 17:08:31
Ikatan Pemuda Hindu Banten Ajak Masyarakat Stop Sebar Hoax di Media Sosial

Serang – Ikatan Pemuda Hindu Banten (IPHB) mengajak pada umat Hindu di wilayah setempat agar dapat menangkal dan mencegah penyebaran informasi hoax dalam bermedia sosial. Sebab informasi hoax dapat merusak tatanan kehidupan di lingkungan masyarakat.

Hal tersebut terungkap dalam seminar yang bertema bijak bermedia sosial dan tolak hoax dalam menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa di aula Pura Eka Wira Anantha, Komplek Grup I Kopasus, Kecamatan Taktakan, Kota Serng, Sabtu (16/2/2019) malam.

Hadir dalam acara itu para perwakilan umat Hindu dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.

Ketua Ikatan Pemuda Hindu Banten (IPHB) Igusti Putu Suarjana menyampaikan pada pemuda pemudi Hindu agar mampu menjadi pelopor bermedia sosial secara bijak. Umat Hindu di Banten harus proaktif juga menangkal isu berita palsu yang ada di media sosial.

“Kita harus membentuk generasi bangsa yang bijak dalam bermedia sosial. Sehingga masyarakat dapat hidup rukun dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Wakil Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Perwakilan Banten Ketut Caturwati Inggas mengapresiasi kegiatan para pemuda pemudi Hindu Banten. Ia berharap umat Hindu harus selalu waspada menerima informasi yang belum jelas sumbernya. Sebab, masyarakat bisa menjadi korban hoax.

“Kita harus berhati-hati dalam bermedia sosial. Sebab di tahun politik ini, banyak informasi yang belum jelas sumbernya. Untuk itu kedepan khususnya para pemuda pemudi mampu menyaring dan menyetop hoax yang beredar di media sosial,”ujarnya.

Akademisi dan Cyber Security Roy Amrullah Ritongga mengatakan saat ini marak pemidanaan kasus yang berasal dari media sosial. Pengguna media sosial ini dominan digandrungi anak muda. Untuk itu pengguna internet terutama usia produktif 25-34 tahun jangan sampai melanggar perbuatan hukum seperti menebar kebencian dan permusuhan, menyerang individu atau kelompok, dan isu SARA.

“Di tahun pemilu ini semakin banyak akun palsu dan masyarakat harus waspada jangan sampai membuat ikutan buat akun palsu. Karena akun palsu sangat merugikan dan dapat meningkatkan informasi penyebaran hoax,” ujarnya. (BTn/Red)

dilihat : 439 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution