Senin, 25 Maret 2019 12:24:50 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 230
Total pengunjung : 485175
Hits hari ini : 1202
Total hits : 4459834
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pemerintah Sri Lanka Buka Lowongan Kerja Algojo






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 14 Februari 2019 08:11:37
Pemerintah Sri Lanka Buka Lowongan Kerja Algojo

Surabaya - Sri Lanka mengiklankan lowongan kerja algojo usai Presiden Sri Lanka berjanji untuk membuat kebijakan eksekusi mati untuk pertama kalinya dalam empat dekade. Dilansir dari AFP pada Rabu (13/2), hukuman eksekusi mati itu terinspirasi dari cara Presiden Filipina Rodrigo Duterte menangani masalah narkoba di negaranya.

Pemerintah Sri Lanka mengiklankan lowongan algojo itu via koran. Dituliskan, calon algojo harus memiliki kekuatan mental dan karakter moral yang sangat baik. Persyaratan lainnya, hanya pria Sri Lanka berusia antara 18 dan 45 tahun yang bisa mendaftar.

Sebelumnya, Sri Lanka tak memberlakukan hukuman mati pada para narapidana sejak moratorium hukuman mati diberlakukan pada tahun 1976. Namun Presiden Maithripala Sirisena pekan lalu mengumumkan rencana untuk memberlakukan hukuman gantung lagi dalam waktu dua bulan.

Sirisena mengatakan kepada parlemen, ia berkomitmen untuk mengembalikan hukuman mati bagi para pengedar narkoba. Ia pernah bersumpah untuk memberantas kejahatan terkait narkoba.

Menyusul kunjungan ke Filipina bulan lalu, Sirisena mengatakan, dia ingin meniru taktik Presiden Rodrigo Duterte yang kontroversial dalam menangani narkoba. Penjahat di Sri Lanka secara teratur dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan, pemerkosaan, dan kejahatan terkait narkoba, tetapi sampai sekarang hukuman mereka secara rutin diubah menjadi penjara seumur hidup.

Seorang algojo berada di penjara utama di Kolombo hingga pensiun pada 2014. Namun upaya untuk mencarinya selalu gagal.

“Calon algojo yang terpilih akan dirujuk melakukan tes di Rumah Sakit Nasional untuk memeriksa kekuatan mentalnya,” kata iklan tersebut.

Kementerian Kehakiman mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan prosedur administrasi untuk mengeksekusi lima terpidana narkoba. Namun, Sirisena belum menandatangani surat kematian dari seorang tahanan yang dihukum.fjr/red

dilihat : 417 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution