Senin, 25 Maret 2019 12:46:56 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 231
Total pengunjung : 485176
Hits hari ini : 1278
Total hits : 4459910
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kadiv Humas Mabes Polri: Polri Sebagai Radiator Mesin di Tengah Panasnya Suhu Politik






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 07 Februari 2019 14:08:51
Kadiv Humas Mabes Polri: Polri Sebagai Radiator Mesin di Tengah Panasnya Suhu Politik

Surabaya - Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Muhammad Iqbal, menegaskan Polri akan tampil sebagai pendingin dari suasana politik yang makin memanas menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Bahkan ia mengibaratkan, jika Polri sebagai radiator dan sudah dihidupkan sejak beberapa bulan lalu. "Panas memang, karena kontestasi politik. Kami akan tampil sebagai radiatornya. sehingga mesin yang yang panas tadi, tidak sampai overheat. Kalau overheat negara kita bisa goyang," terang jenderal bintang dua ini saat menghadiri acara Malam Budaya bertajuk Santun Bermedia untuk Pemilu Damai di Surabaya Convention Hall, Rabu (6/2).

Ia mengharap masyarakat juga terlibat untuk membantu kelancaran pemilu serentak mendatang."K ami secara undang-undang berada di depan dan kami anjurkan masyarakat membantu. Dari seluruh elemen, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, semua harus ikut mengamankan" tambah Iqbal

Igbal mengingatkan, saat ini berita hoax yang berada di mana-mana. Terbukti dengan data ari Mafindo yang mencatat, sejak 2015 berita hoaks naiknya luar biasa. "Pada 2015, satu tahun hanya 10 kasus hoaks. Meningkat di 2018 itu hampir 100. Kenaikannya luar biasa. Nah ini harus kita kelola bersama. Tumbuhkan nasionalisme," tuturnya.

Sementara menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2019, M Iqbal menilai Media massa di Indonesia cukup santun dalam menyajikan berbagai informasi bagi masyarakat. "Saya kira saat ini media cukup santun dalam menyampaikan informasi," ungkap Iqbal.

Penilaian pada standar cukup itu, kata Iqbal, karena masih ada beberapa media yang kerap kali menyajikan berita dengan merujuk pada media sosial. Menurutnya, media sosial tidaklah kompatible untuk menjadi rujukan. Kecuali, dari media sosial itu wartawan media massa melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum disampaikan pada publik.

"Media mainstream terutama, saat ini lebih banyak merujuk pada media sosial di mana setiap orang bisa menjadi reporter dan menjadi pemimpin redaksi untuk dirinya sendiri, artinya tidak semuanya terkonfirmasi benar," jelasnya.

Untuk itulah, lanjutnya, menjelang tahun politik dan pelaksanaan Pemilu 2019 yang kian memanas. Dia berharap, bersama Polri media massa dapat menjadi penyejuk suasana. "Inilah mengapa media harus bisa menjadi cooling down masyarakat dari berbagai isu yang memanas," tukasnya.info/red

dilihat : 421 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution