Senin, 23 September 2019 03:57:48 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520109
Hits hari ini : 377
Total hits : 4970558
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -HUT Kota Bekasi Ke-22, Gelar Gala Premiere Film BABE Dari Leiden ke Bekasi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 29 Januari 2019 23:08:42
HUT Kota Bekasi Ke-22, Gelar Gala Premiere Film BABE Dari Leiden ke Bekasi

Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Dinas Pendidikan (Disdik) bersama PT. Ants Project gelar gala premiere Film BABE dari Leiden ke Bekasi, Senin (28/01).

Kepada Beritaekpres.com, Kepala Disparbud Kota Bekasi, Zarkasih mengungkapkan, Film BABE dari Leiden ke Bekasi menjadi contoh bagaimana pembangunan yang pesat dapat dilakukan tanpa harus menggerus kebudayaan lokal.

“Pembangunan tidak harus menggerus kebudayaan yang ada, tapi jadikan kebudayaan sebagai semangat untuk membangun,” ujarnya.

Diungkapkannya, Kota Bekasi saat ini terdiri dari berbagai kultur suku dan budaya. Meski warga Betawi Bekasi tidak lagi menjadi dominasi utama jumlah penduduk Kota Bekasi saat ini, tetapi budaya Betawi Bekasi tetap mampu bertahan di tengah Kota Patriot. “Budaya Bekasi masih tidak kehilangan eksistensinya,” jelas Zarkasih.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alie Fauzy menilai Film BABE dari Leiden ke Bekasi adalah film yang pantas untuk diapresiasi. Pasalnya, banyak pesan yang disampaikan dalam film tersebut tentang Bekasi.

“Banyak sisi budaya yang dimuat. Sukses, dan kalau perlu bisa berlanjut untuk film-film lainnya karena Bekasi ini banyak sekali punya cerita,” kata Alie.

Film BABE dari Leiden ke Bekasi diadaptasi dari Novel Klasik Berbahasa Bekasi Ora ‘Semur Jengkol Cinta Made in Belanda’ karya Majayus Irone seorang budayawan yang juga merupakan ASN di Pemkot Bekasi.

Film ini juga menjadi upaya implementasi Muatan Lokal Bekasi, Sejarah Budaya Bekasi (SBB) terkonsentrasi pada mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia dan Seni Budaya. Muatan lokal ini diajarkan untuk siswa tingkat SD dan SMP sejak Tahun Pelajaran 2017-2018.

Sejumlah nama artis dan budayawan beken turut berperan dalam Film BABE dari Leiden ke Bekasi seperti Dwi Andhika, Zoe Jackson, Ridwan Saidi, Harry Bond Jr, Otis Pamutih, Hj. Kartini, Hendrik Bibier, Ahmad Pule, Andhika Aulia, hingga Raja Situn Kong Guntur Elmogas.

“Semoga film ini mejadi kado terindah menyambut HUT Kota Bekasi ke 22 pada 10 Maret 2019 mendatang,” harap Antistin selaku Produser Film BABE dari Leiden ke Bekasi.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam acara tersebut juga memberikan apresiasi dengan diluncurkannya Film BABE dari Leiden ke Bekasi. Mulai dari tokoh politik hingga tokoh budaya mendukung Ants Project yang telah berupaya menjaga budaya Bekasi.

Anggota Komisi X DPR RI, Mahfudz Abdurrahman melihat banyak hal positif dengan diluncurkannya Film BABE dari Leiden ke Bekasi.

“Terimakasih telah mengangkat film ramah budaya dan melibatkan birokrat di Bekasi. Disini saya lihat ada pesan budaya, ekonomi dan ada juga edukasi atau pendidikan di dalamnya,” ujar Mahfudz saat menghadiri Gala Premiere Film BABE dari Leiden ke Bekasi di XXI Mega City Bekasi.

Mahfudz mengatakan, Budaya Bekasi mulai dari kuliner, tarian, potensi wisata dan kesenian yang berkembang di dalamnya adalah kekayaan bangsa. Oleh karena itu, warga Bekasi sudah sepantasnya menjaga kelestarian Budaya Bekasi. “Mari melestarikan Budaya Bekasi yang juga menjadi kekayaan bangsa,” tungkas Mahfudz.

Ditempat yang sama, budayawan nasional Ridwan Saidi menegaskan, Film BABE dari Leiden ke Bekasi menjadi salah satu contoh agar kebudayaan disampaikan tidak seperti dongeng. Kata dia, saat ini adalah era peradaban yang seharusnya ada penyampaian budaya dalam sebuah cerita nyata.

“Film ini layak untuk ditonton, mudah-mudahan bisa membenahi Mulok (Muatan Lokal) di Bekasi,” harap Ridwan yang juga berperan dalam Film BABE dari Leiden ke Bekasi.

Film BABE dari Leiden ke Bekasi diadaptasi dari Novel Klasik Berbahasa Bekasi Ora ‘Semur Jengkol Cinta Made in Belanda’ karya Majayus Irone seorang budayawan yang juga merupakan ASN di Pemkot Bekasi.

Dua tokoh utama dalam film ini yakni Ali dan Beti adalah dua muda-mudi dari kultur budaya berbeda yang semakin dekat satu sama lain. Hampir sama dengan dekatnya Nasi Uduk dan Semur Jengkol yang menjadi kuliner khas Betawi Bekasi.BJ/red

dilihat : 453 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution