Sabtu, 20 April 2019 09:19:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 148
Total pengunjung : 493807
Hits hari ini : 1826
Total hits : 4541361
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kejagung: Kasus Korupsi Mantan Walikota Cimahi Segera Disidang






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 19 Januari 2019 11:11:19
Kejagung: Kasus Korupsi Mantan Walikota Cimahi Segera Disidang

Jakarta - Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi, Jawa Barat, menyerahkan tersangka, M. Itoc Tochija mantan Walikota Cimahi periode 2007-2012 ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk segera disidangkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Bandung, Jawa barat, Kamis (17/1/2019) kemarin.

Tersangka, M. Itoc, diduga telah melakukan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Pasar Raya Cibeureum dan pembangunan Sub Terminal Kota Cimahi, Jawa Barat.

“Iya, tersangka sudah diserahkan berikut barang buktinya atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan APBD-P tahun anggaran 2006-2007,” terang Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Dr. Mukri kepada Beritaekspres.com, Jum’at (18/1/2019).

Barang bukti sambung Mukri, berupa uang senilai Rp5,25 miliar dan lahan tanah seluas 24.790 M2 yang terletak di Cibeureum, Cimahi Selatan. “Penyerahan tersangka pun dilakukan setelah penyidik menyatakan berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21,” jelasnya.

Seperti diketahui, M. Itoc Tochija saat ini sedang menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Sukamiskin, Bandung dalam perkara tindak pidana korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap yang terjaring melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Atas perbuatan tersangka, negara dirugikan senilai Rp37,4 miliar berdasarkan perhitungan BPKP Provinsi Jawa Barat dan bisa dijerat dengan Pasal 2 dan 3 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” pungkasnya. (Bang/BJ)

dilihat : 428 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution