Minggu, 21 Juli 2019 16:09:59 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520049
Hits hari ini : 1196
Total hits : 4820546
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kapolda Jatim: Kasus Terorisme Paling Menonjol Selama 2018






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 29 Desember 2018 08:08:22
Kapolda Jatim: Kasus Terorisme Paling Menonjol Selama 2018

Surabaya - Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, menyatakan terorisme merupakan kasus paling menonjol yang mereka tangani sepanjang tahun 2018.

"Meledaknya bom di tiga gereja, di Mapolrestabes Surabaya, Rusunawa Sidoarjo dan Bangil, Pasuruan adalah peristiwa paling menonjol yang ditangani pada tahun 2018," kata Kapolda Jatim saat kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Kamtibmas 2018 di Mapolda Jatim di Surabaya, Jumat (28/12).

Luki mengungkapkan, selama 2018 pihaknya telah menangkap sebanyak 49 terduga teroris di wilayah Jatim, di mana 30 terduga teroris ditahan, 10 orang dipulangkan, sementara empat lainnya meninggal dunia.

Pada kasus pidana umum, kasus penganiayaan hingga mengakibatkan meninggal dunianya seorang guru oleh siswa di SMA 1 Torjun, Sampang juga menjadi perhatian mereka. Kasus menonjol lain adalah kasus penyeragan pos polisi di Wisata Bahari Lamongan, Paciran Lamongan dan kasus penembakan anggota PPS Sampang di Dusun Gimbuk, Kecamatan Sokabanah, Sampang.

"Untuk kasus pidana khusus, kasus pencemaran nama baik yang dilakukan Politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo yang diduga menyebut Banser Idiot adalah yang paling menonjol," ucapnya.

Sementara untuk kasus narkotika, selama 2018, Polda Jatim mengungkap 5.574 kasus meningkat 534 kasus atau sebesar 10,6 persen dibanding tahun 2017 yang hanya 5.040 kasus. "Jumlah tersangka ada 6.961 orang naik 742 tersangka jika dibanding tahun 2017 yang hanya 6.219 tersangka," ucap Luki.

Adapun agenda Kamtibmas yang diwaspadai Polda Jatim pada tahun 2019 adalah kejahatan konvensional seperti premanisme, pencurian dan lain-lain. Juga kejahatan transnasional seperti terorisme dan radikalisme, narkoba, perdagangan manusia dan cyber crime. "Yang paling penting adalah antisipasi hoaks, penyebaran ujaran kebencian, isu SARA dan intoleransi yang meningkat pada tahun politik 2019," pungkasnya.info/red

dilihat : 442 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution