Sabtu, 24 Agustus 2019 03:15:48 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520083
Hits hari ini : 341
Total hits : 4896451
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -JK: Pekerja Migran Bantu Tingkatkan Devisa Negara






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 19 Desember 2018 02:02:48
JK: Pekerja Migran Bantu Tingkatkan Devisa Negara

Surabaya – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan keberadaan pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan devisa negara.

“Saya ucapkan penghargaan atas upaya yang telah diberikan untuk memakmurkan bangsa ini. Maka dari itu pekerja migran selalu dikatakan sebagai pahlawan devisa, karena negeri ini membutuhkan devisa untuk rakyatnya,” katanya dalam sambutannya di hadapan sekitar 5 ribu mantan buruh migran dan keluarga TKI di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (18/12).

Menurutnya, setiap buruh migran akan mendapatkan pendapatannya dari berkeja di luar negeri sehingga menjadi devisa untuk dalam negeri. Namun demikian, bekerja di luar negeri tidaklah mudah karena banyak perbedaan mulai dari budaya, karakter hingga kebiasaan warga negara tersebut.

Sehingga calon TKI harus mempunyai ketahanan yang baik mulai dari fisik dan mental. Maka dari itu, pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla ini memberikan perlindungan yang maksimal kepada buruh migran, salah satunya dengan disahkannya UU nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Selain itu, petugas pemerintahan yang ada di luar negeri wajib menjaga sesuatu yang bisa saja terjadi kepada pahlawan devisa yang tengah mengadu nasib di negara lain.

“Bekerja di luar negeri memang tidak selalu menghasilkan yang membahagiakan ada hal atau kasus yang menjerat TKI, tapi kita tentu mengetahui ada juga yang berhasil dari bekerja di luar negeri sehingga taraf kesejahteraan dan ekonominya meningkat,” tambahnya.

Wapres JK mengatakan sebelum bekerja ke luar negeri harus siap segala sesuatunya, seperti siap mental, fisik, keterampilan dan lainnya.

Untuk itu, ke depannya pemerintah meningkatkan kualitas pekerja migran, bukan hanya untuk bekerja di rumah tangga atau menjadi buruh kasar, tetapi bekerja dengan kemampuan yang lebih baik sehingga pendapatannya jauh lebih besar.

Ia pun menegaskan jangan ragu kepada warga yang ingin bekerja di luar negeri asalkan berlatih dahulu di Balai Latihan Kerja (BLK) yang disediakan pemerintah. Sehingga bekerja di luar negeri tidak lagi pekerja Indonesia identik dengan pekerja rumah tangga tetapi identik dengan kemampuan atau skill.

“Pendidikan bagi pekerja migran sangat penting, karena bekerja di luar negeri tidak hanya sebatas mendapatkan upah saja tetapi juga mendapat pengalaman apabila bekerja dengan keahlian tentunya bisa digunakan lagi, baik bekerja kembali di luar maupun dalam negeri,” katanya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para pekerja migran yang membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan devisa, karena salah satu devisa terbesar untuk Indonesia berasal dari TKI. (Ant)

dilihat : 436 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution