Minggu, 21 Juli 2019 15:38:28 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520049
Hits hari ini : 1118
Total hits : 4820468
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Polisi Deradikalisasi 8 Keluarga Teroris Asal Tasikmalaya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 14 Desember 2018 17:08:22
Polisi Deradikalisasi 8 Keluarga Teroris Asal Tasikmalaya

Tasikmalaya - Polres Tasikmalaya Kota diketahui sudah selama enam bulan terakhir melakukan pembinaan sistem deradikalisasi bagi delapan keluarga teroris asal Tasikmalaya. Kedelapan keluarga ini menerima beberapa fasilitas dari Polres Tasikmalaya antara lain, bisa berkomunikasi dengan terduga teroris, hingga diberi edukasi sampai modal usaha untuk melanjutkan kehidupan sehari-harinya selama ini.

“Selain fasilitas edukasi, dan modal usaha, kita pun memfasilitasi mereka untuk bisa bertemu dengan para suaminya, ayah atau anak mereka yang sekarang sedang menjalani sidang kasus teror di Jakarta. Alhamdulillah, mereka menerima dan terlihat bahagia,” jelas Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Maruf, kepada wartawan, Jumat (14/12/2018).

Febri melanjutkan, tujuan deradikalisasi sesuai dengan amanat dari Kapolda Jawa Barat di wilayahnya sebagai upaya untuk memutus mata rantai faham terorisme selama ini. Terlebih lagi bagi keluarga terduga teroris tentunya selama ini mendapatkan tekanan sosial di lingkungan sekitarnya karena kasus keterlibatan teror yang dilakukan kerabatnya.

“Nah, kita itu memikirkan bagaimana tanggapan istri, anak-anaknya yang masih kecil dan tanggapan selama ini dari lingkungan sekitar. Kita selama ini berupaya penuh untuk membantu keluarga ini supaya mereka tak termarginalkan di masyarakat,” ungkap dia.

Dengan berbagai upaya pendekatan selama ini, pihaknya berhasil membangun hubungan emosional dengan mereka. Para keluarga terduga pun akhirnya mengerti dan menerima pembinaan sistem deradikalisasi dari kepolisian.

“Alhamdulillah, dengan bantuan para fasilitator dari mereka, akhirnya hubungan emosional terbangun dan akhirnya para keluarga mengerti,” tandasnya.

Delapan anggota keluarga mulai dari para istri dan anak-anak terduga teroris asal Tasikmalaya, tiba di Mako Polres Tasikmalaya seusai bertemu dengan para terduga dini hari tadi. Mereka pun selama ini mengakui bahwa fasilitas pembinaan deradikalisasi telah diterima dari pihak kepolisian dengan baik.

Padahal, sebelumnya, fasilitas seperti ini tak pernah didapatkan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya kepada keluarga terduga. “Kalau dari Polres Tasikmalaya Kota bagus difasilitasi kami, tapi kalau di Pemerintah Kota Tasikmalaya boro-boro ada,” pungkas salah seorang keluarga terduga berinisial DYT. (***)

dilihat : 435 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution