Kamis, 20 Juni 2019 08:29:52 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 114
Total pengunjung : 515102
Hits hari ini : 806
Total hits : 4728207
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Billy Sindoro, Pendeta yang Dua Kali Terjegal Kasus Korupsi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 19 Oktober 2018 14:05:18
Billy Sindoro, Pendeta yang Dua Kali Terjegal Kasus Korupsi

Jakarta - Masyarakat kembali dikabarkan dengan kasus korupsi yang dilakukan oleh sektor swasta dan Pemkot baru-baru ini.

Perusahaan raksasa Lippo Group terlibat korupsi dengan Bupati Bekasi dalam kasus suap perizinan proyek pembangunan hunian Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro disangkakan melakukan penyuapan kepada Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin dan sejumlah kepada dinas di Kabupaten Bekasi.

Tak sendirian, dua orang lainnya yang diduga ikut memberikan suapa adalah konsultan Lippo Group yakni Taryudi dan Fitra Djaja Purnama.

Dan ada juga seorang pegawai Lippo Group Henry Jasmen yang ikut memberikan suap juga.

Neneng diduga dijanjikan uang sebesar Rp 13 milliar oleh pengembang Lippo Group namun menurut KPK baru sekitar Rp 7 milliar yang diberikan kepada Neneng.

Hingga saat ini pun pihak KPK terus melakukan pemeriksaan ke sejumlah kantor Lippo Group seperti Menara Matahari yang berada di Tangerang, kantor Meikarta hingga kantor Pemkab Bekasi.

Billy pernah terjegal kasus korupsi sebelumnya

Bukan yang pertama kali, ternyata nama Billy Sindoro juga pernah berurusan dengan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi.

Billy pun dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

Namun karena dirasa Majelis Hakim Billy terlihat sopan dalam persidangan, memiliki anak dan istri serta masih muda sehingga dirasa masih bisa berubah.

Oleh karena itu dirinya pun diganjar hukuman lebih ringan yakni tiga tahun penjara dengan denda Rp 200 juta dan subsider tiga bulan.

Pendeta utama dan pendiri gereja

Dibalik kasus korupsinya, Billy Sindoro sendiri tercatat merupakan orang di balik sebuah gereja besar di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Billy tercatat merupakan pendeta utama dari gereja Christ Cathedral sekaligus pendirinya juga.

Sebelumnya nama Billy tertera dalam situs resmi Christ Cathedral https://ccmychurch.com/about/lead-pastors/ namun sayangnya profil Billy sudah dihapus dari laman tersebut tanpa alasan.

Di Instagram pun pencarian #BillySindoro pun lekat dengan foto-foto ibadah gereja yang dilaksankan di gereja tersebut.wkot/red

dilihat : 435 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution