Rabu, 23 Januari 2019 20:14:34 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 336
Total pengunjung : 464199
Hits hari ini : 2227
Total hits : 4263502
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Anies: Rumah DP 0 Rupiah Bukan Untuk Warga Miskin






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 18 Oktober 2018 11:02:22
Anies: Rumah DP 0 Rupiah Bukan Untuk Warga Miskin

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah mendapat beragam komentar atas diluncurkannya program hunian Samawa DP 0 Rupiah. Namun, berbagai pihak menilai program ini tidak berpihak kepada rakyat miskin.

Anies pun menyatakan bahwa program ini diperuntukkan untuk warga Jakarta berpenghasilan Rp 4-7 juta per bulan. Sehingga, masyarakat tidak mampu jelas tidak dapat memiliki hunian tersebut.

“Jadi memang menggunakan skema perbankan, yaitu ada proporsi di mana penghasilan tidak boleh dipakai untuk nyicil. Kan ada batas maksimalnya, di mana presentase penghasilan tidak boleh dipakai untuk nyicil,” tutur Anies di UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Rabu (17/10).

Anies menyatakan program ini menuntut skema perbankan sehinggaa syarat gaji Rp 4-7 juta menjadi diutamakan. Hal ini diperlukan untuk memenuhi aturan yang telah sesuai dengan skema perbankan.

“Kalau tidak salah maksimal 30 persen dari penghasilan dipakai untuk nyicil. Jadi kalau orang yang berpenghasilan di bawah UMP (upah minimum provinsi) dan dialokasikan untuk nyicil, habis uangnya,” terangnya.

Maka, Anies menyatakan jika warga Jakarta memiliki penghasilan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), tidak ada pilihan untuk menaati skema sewa rusunami untuk tempat tinggal.

“Mereka menyewa, nanti setelah digunakan selama 20 tahun rumah susun itu bisa menjadi miliknya. Statusnya sewa beli. Nah itu untuk mereka di bawah UMP. Jadi program ini memang bisa menggunakan fasilitas perbankan,” jelasnya.

Diketahui Pemprov telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Peraturan tersebut menyatakan warga bisa memiliki hunian DP 0 Rupiah jika telah menghuni selama 20 tahun.

“Jangan kita membuat mereka tidak bisa hidup layak setiap bulan hanya karena mereka harus nyicil rumah. Lebih baik mereka sewa dengan harga yang murah tetapi punya kepastian bila membayar dengan baik, merawat rumah dengan baik, maka setelah 20 tahun bisa memiliki,” pungkasnya.fjr/red

dilihat : 28 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution