Rabu, 26 Juni 2019 13:08:30 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 168
Total pengunjung : 516988
Hits hari ini : 1555
Total hits : 4746630
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sekolah Masa Depan Cerah dan Benih Kasih Ajarkan Nilai Kasih Sesuai Firman Tuhan kepada Anak Didiknya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 08 Oktober 2018 11:08:17
Sekolah Masa Depan Cerah dan Benih Kasih Ajarkan Nilai Kasih Sesuai Firman Tuhan kepada Anak Didiknya

Theresia Rushardinah bersama Meliana Buana Rim, Founder Benih Kasih



Surabaya,pustakalewi.com - Menanamkan nilai-nilai kasih serta kebajikan dan budi pekerti yang sesuai dengan Firman Tuhan akan sangat membawa dampak dan manfaat yang luar biasa bagi tumbuh kembang si anak saat menjadi dewasa kelak.

Menanamkan nilai kasih serta kebajikan dan budi pekerti sesuai Firman Tuhan itulah yang dilakukan oleh Yayasan Cahaya Harapan Bangsa (YCHB), yang menjadi wadah dari sekolah Masa Depan Cerah (MDC) dan Taman Kanak Benih Kasih(TK BK) dalam mendidik anak-anak didiknya.

Meliana Buana Rim, Founder Benih Kasih didampingi Theresia Rushardinah kepala sekolah TPA Play Group Benih Kasih menjelaskan, bahwa otak anak bayi itu ibarat spon yang mampu menyerap apa saja cairan gula, kopi dalam bentuk warna apa saja diserapnya.

”Makanya dalam masa seperti ini orang tua harus berhati hati karena masa masa seperti itu tidak akan terulang lagi datangnya hanya sekali saja dalam hidup,”ungkap Meliana saat dijumpai pustakalewi.com disela sela acara Open House Sekolah Masa Depan Cerah Sabtu (6/10).

Dalam rangka menanamkan benih benih positif terhadap anak bayi inilah YCHB melalui Bina Kasih memberi peluang pada ibu muda yang sibuk bekerja dan berkarier untuk menunjang ekonomi rumah tangga, mereka bisa menitipkan anak dan bayinya.

Untuk menitipkan bayi disini kami seleksi secara ketat, artinya memang diperuntukkan bagi pasangan muda yang sibuk bekerja dan berkarier,”Jadi bukan ibu muda yang hanya tidak ingin direpoti anaknya kudian dititipkan untuk yang semacam ini kami akan menolaknya, makanya kita selektif betul dalam hal ini, ” tandas Meliana.

Ciri khas inilah yang membedakan tempat penitipan bayi dan anak bersama dengan sekolah MDC dan Benih Kasih dengan sekolah-sekolah yang lainnya.

Secara garis besar, ciri khas tempat penitipan bayi dan anak bersama dengan sekolah MDC dan Benih Kasih adalah mengalirkan karakter, membentuk atmosfir spiritual, mengembangkan lifeskills, dan membangun akademik.

Dalam proses pembelajaran, sekolah memberikan porsi yang berbeda untuk masing-masing jenjang. Pada level PAUD (PG&TK) dan pendidikan dasar (SD) porsi untuk mengalirkan karakter lebih besar daripada membangun akademik sedangkan untuk level 1 pendidikan menengah (SMP&SMA) porsi yang diberikan lebih besar kepada akademik daripada mengalirkan karakter (bagan Marzano dan Bruner).

Pemberian porsi yang berbeda ini karena sekolah menyadari bahwa pendidikan yang holistik harus menyentuh tiga ranah dari siswa yaitu : knowledge, psikomotorik, dan afektif yang adalah misi sekolah Masa Depan Cerah.

Kata kunci dari pendidikan di sekolah MDC dan Benih Kasih adalah kata ”perubahan”. Harapan terbesar dari sekolah terhadap civitas akademika atau warga sekolah adalah terjadinya perubahan yang positif, itulah sebabnya visi yang menggerakkan sekolah ini adalah ”Making Agents of Change”.

Visi inilah yang akan menggerakan perubahan yang terjadi di dalam yang akan berdampak pada perubahan di luar.

Perubahan dari guru akan berdampak pada perubahan siswa, perubahan siswa akan berdampak pada perubahan sekolah, perubahan sekolah akan berdampak pada lingkungan sekitar, dan akhirnya perubahan pada lingkungan sekitar akan berdampak pada perubahan di lingkup yang lebih besar.

Itulah sebabnya Yayasan melihat bahwa guru memiliki peran yang sentral dalam mengupayakan perubahan sehingga dampak yang diberikan oleh sekolah menjadi signifikan.

Sebagai contoh di level PAUD dan SD, ketika para guru berhasil membangun kebiasaan berdoa kepada para siswa untuk kegiatan apapun, maka kebiasaan ini akan mereka bawa sampai ke rumah, sehingga mereka akan meminta orang tua mereka juga berdoa sebelum beraktifitas.

Beberapa orang tua memberikan kesaksian bahwa mereka memiliki kebiasaan berdoa karena terinspirasi dari anak mereka. Di level SMP dan SMA, diajarkan tentang membedakan manakah keinginan dan kebutuhan sehingga para siswa akan memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan.

Perubahan ini akan berdampak pada bagaimana siswa mengatur keuangan mereka dan mengatur waktu mereka. Ketika mereka mampu mengatur keuangan dengan bijak maka akan berdampak kepada keluarga mereka (beberapa orang tua memberikan apresiasi karena anak mereka mepgalami perubahan dalam hal mengatur keuangan mereka konsep kantin MDC juga menjadi pendukung) dan masa depan mereka. mwp

dilihat : 441 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution