Jum'at, 23 Agustus 2019 09:38:05 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520082
Hits hari ini : 1215
Total hits : 4894401
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -GMKI Kecam Tindakan Pemkot Jambi Menyegel Tiga Gereja






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 07 Oktober 2018 14:30:45
GMKI Kecam Tindakan Pemkot Jambi Menyegel Tiga Gereja

Jambi - Puluhan orang mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jambi, dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendemo Kantor Walikota Jambi pada Jumat (5/10) siang.

Mereka menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi telah gegabah dengan melakukan penyegelan secara terhadap tiga gereja di Jambi.

GMKI mempertanyakan status berlakunya penyegelan sementara itu sampai kapan. Sebab menurut penuturan dari Kepala Badan Kesbangpol Kota Jambi, Liphan Pasaribu bahwa penyegelan tersebut hanya bersifat sementara, sampai ada solusi melalui pertemuan antara pengurus gereja dan masyarakat setempat nantinya.

Dalam tuntutannya, GMKI menyatakan bahwa Pemkot Jambi semestinya tidak tunduk terhadap tekanan sekelompok massa.

Dengan kewenangannya, Pemkot seharusnya dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan cara mediasi dan bukan langsung menyegel gereja tersebut.

"Pemkot menyatakan bahwa penyegelan sementara sampai situasi di lapangan kondusif. Fakta yang kami lihat di lapangan tidak terjadi konflik antar masyarakat," kata Ketua GMKI Cabang Jambi, Dirton Silalahi.

Oleh karena itu, Dirton mengecam tindakan penyegelan tersebut sebab telah melanggar amanat konstitusi yaitu pasal 29 UUD 1945 ayat (2) yang berbunyi ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu’.

"Kami menuntut Pemkot Jambi untuk berperan aktif dalam hal mempermudah izin administrasi pembangunan rumah ibadah sesuai dengan pasal 28 ayat (3) yang tertuang dalam SKB 2 Menteri. Bukan hanya tahunya menyegel tanpa melalui proses mediasi dan upaya yang maksimal," ujarnya.

Mahasiswa kecewa karena aksi unjuk rasa mereka tidak diterima oleh Walikota Jambi, Sy Fasha yang sedang menghadiri acara di tempat lain. Mahasiswa hanya diterima oleh Kaban Kesbangpol Kota Jambi, Liphan Pasaribu di depan pagar Kantor Walikota.

"Kita masih tengah melakukan pertemuan-pertemuan untuk mencari solusi terkait penyegelan gereja itu. Mudah-mudahan segera ada solusi yang terbaik bagi semua pihak," kata Liphan di depan mahasiswa.gtr/red

dilihat : 444 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution