Kamis, 27 Juni 2019 12:59:20 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 186
Total pengunjung : 517281
Hits hari ini : 1264
Total hits : 4749477
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -PT Pindad Kembangkan Mesin dan Kendaraan Berbahan Bakar B50






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 17 September 2018 11:11:50
PT Pindad Kembangkan Mesin dan Kendaraan Berbahan Bakar B50

Bandung - PT Pindad (Persero) tengah membuat prototipe mesin pertanian dan kendaraan taktis Komodo yang menggunakan biodiesel dengan bahan bakar campuran CPO sebesar 50 persen atau B50.

PT Pindad juga menggandeng Institut Teknologi Bandung atau ITB untuk menciptakan green biodiesel ā€ˇsehingga dapat meminimalkan penyaringan pada bahan bakar tersebut.

"B20 kami sudah jalan, sudah clear. Malah kami menuju B50 dan selanjutnya B100," ujar Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose saat peluncuran Filling Machine Anjungan Minyak Goreng Hygienist Otomatis (AMH-0), Sabtu 15 September 2018.

Dia mengatakan, PT Pindad sedang melakukan komunikasi dengan penyedia mesin karena akan ada perubahan nozle dan penyaringan.

"Selalu yang jadi masalah di situ tapi sekarang di ITB sedang dilakukan penelitian untuk menciptakan green biodiesel sehingga betul-betul murni menjadi green avtur,"ujar dia.

Menurut Abraham, konversi ke biodiesel merupakan inovasi karena penggunaan bahan bakar nabati ini sering diragukan. Biodiesel sering diangap tidak cocok dengan mesin terutama peralatan berat.

"Proyek tersebut merupakan inisiasi bersama dengan Kementrian Perdagangam yang berupaya menekan impor alat berat dan produk hankam sekaligus meningkatkan produk yang bisa dieskpor,"ujar dia.

Sementara itu, tim peneliti dari ITB mengembangkan riset untuk memproduksi bioavtur. Bahan bakar untuk pesawat terbang ini itu menggunakan campuran minyak kelapa sawit.

Ketua Tim Peneliti yang juga Guru Besar Teknik Kimia ITB Subagjo mengatakan, ITB berupaya menemukan formula terbaik bioavtur.

"Sekarang sudah 90 persen kesiapannya tapi tadi ada tambahan permintaan lagi dari pak mentri (Enggartiasto Lukito)," ujar dia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito berharap penelitian tersebut bisa diselesaikan tahun ini. Dia juga meminta agar tim peneliti terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah.

"Akhir tahun ini saya minta sudah ada, bagaimana langkahnua, apa yang diperlukan. Kalau masalah produksinya kapan, biarlah pak rektor (ITB) lapor dulu pada pak Presiden,"ujar dia.PR/red

dilihat : 440 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution