Kamis, 20 Juni 2019 08:20:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 112
Total pengunjung : 515100
Hits hari ini : 787
Total hits : 4728188
Pengunjung Online : 10
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ribuan Anak Dilecehkan oleh Pendeta Katolik di Jerman






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 14 September 2018 08:05:31
Ribuan Anak Dilecehkan oleh Pendeta Katolik di Jerman

Berlin - Sebuah laporan studi kemanusiaan yang bocor baru-baru ini menyebut lebih dari 3.600 anak-anak di Jerman pernah dilecehkan oleh pendeta Katolik Roma antara tahun 1946 hingga 2014.

Studi yang dilakukan oleh pihak Gereja Katolik sendiri itu dijadwalkan akan terbit dalam bentuk makalah pada 25 September mendatang.

Menurut laporan yang dimuat oleh situs Spiegel Online, sebagaimana dikutip dari BBC pada Kamis (13/9/2018), sekitar 1.670 pendeta di Jerman melakukan beberapa bentuk pelecehan seks terhadap 3.677 anak di bawah umur.

Laporan terkait merupakan yang terbaru dalam serangkaian panjang temuan tentang pelecehan seksual, yang disembunyikan selama beberapa dekade oleh iman Katolik Roma di seluruh dunia.

Menurut studi baru itu, hanya 38 persen dari para pelaku pelecehan seks yang dituntut, dan sebagian besar dari mereka hanya menghadapi prosedur disiplin kecil. Ditambahkan pula bahwa sekitar satu dari enam kasus terkait melibatkan pemerkosaan.

Sebagian besar korban adalah anak laki-laki, dan lebih dari setengahnya berusia 13 tahun atau lebih muda.

Dijelaskan bahwa imam yang terbukti melakukan pelecehan seks, biasanya segera dipindahkan ke komunitas baru, di mana tidak ada peringatan atau sanksi yang dikeluarkan atas tindakan mereka.

Penelitian ini dikompilasi oleh tiga universitas Jerman, menggunakan 38.000 dokumen dari 27 Keuskupan di negara tersebut. Para penulisnya mengatakan bahwa tingkat pelecehan yang sebenarnya mungkin lebih besar, karena beberapa catatan "dihancurkan atau dimanipulasi".L6/red

dilihat : 435 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution