Sabtu, 17 November 2018 21:56:21 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 267
Total pengunjung : 440950
Hits hari ini : 2538
Total hits : 4070632
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bank Jatim Kerjasama dengan Diskoperindag Guna Tingkatkan Pengembangan Ekspor






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 25 Mei 2018 11:08:26
Bank Jatim Kerjasama dengan Diskoperindag Guna Tingkatkan Pengembangan Ekspor

Bondowoso – Untuk meningkatkan pengembangan ekspor di Bondowoso, Bank Jatim gandeng Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso untuk sosialisasi soal “Pengembangan Ekspor”.

Kegiatan yang pertama kali diadakan di Bondowoso ini, diikuti oleh puluhan pengusaha di kabupaten Bondowoso, di aula Diskoperindag, Rabu (23/5/2018).

Endang Saraswulan, pimpinan bank Jatim cabang Bondowoso, berharap agar ada dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta soal pengembangan ekspor ini. Karena saat ini, kata dia, Bank Jatim punya beberapa capem di Bondowoso dan 5 kantor kas, bahkan saat ini Bank jatim sudah menjadi bank devisa.

“Kegiatan kali ini kami menggandeng Diskoperindag karena binaan kami banyak pelaku ekspor dan impor, karena tak kenal maka tak sayang,” kata Saras.

Selain itu, dia menyampaikan harapannya pada pengusaha, untuk bisa menggunakan Bank Jatim sebagai mitra kerjanya. “Bank Jatim kan bank nya Pemkab Bondowoso, jadi dengan mendukung Bank Jatim berarti mendukung pembangunan,” katanya.

Sementara Suhartono, Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag mengatakan, kendala eksportir di Bondowoso, masih melalui via Surabaya semua. “Kita targetkan empat eksportir, sekarang alhamdulilah sudah mencapai 6 eksportir Bondowoso. Saya berharap melalui Bank Jatim bagaimana pengembangan ke depannya agar di Bondowoso juga ada Bank Devisa,” katanya.

Pihaknya juga berharap dengan adanya Bank Devisa, Diskoperindag khususnya bisa menerbitkan Surat Keterangan Asal (SKA). “Kalau SKA sudah masuk di Bondowoso, maka pajak ekspornya di bayar via Bank masing-masing. Harapan kami adanya mayoritas yang tinggi, ke depannya ada mobilitas ekspor impor, dan dunia perdagangan di Bondowoso akan semakin bervariasi,” urainya.

“Persyaratan untuk menjadi eksportir itu di administrasinya sangat mudah, akan tetapi persyaratan di bisnisnya sangat susah. Karena eksportir di Bondowoso kirimnya via Surabaya, LC lewat Surabaya, SK dan lainnya semuanya lewat Surabaya,” pungkasnya.

Hadir dalam sosialisasi pengembangan ekspor itu, Diah Irawati, pemimpin sub devisi Marketing International Banking Bank Jatim, sekaligus sebagai pemateri, Pimpinan Bank Jatim Bondowoso Endang Saraswulan, Suhartono dari Diskoperindag Bondowoso dan sejumlah pengusaha diantaranya pengusaha kopi, jahe, kunyit, meubel dan beberapa pengusaha lain di Bondowoso yang sudah mampu menembus pasar ekspor. (*)

dilihat : 145 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution