Selasa, 17 Juli 2018 14:49:11 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 109
Total pengunjung : 406229
Hits hari ini : 945
Total hits : 3703120
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Atasi Trauma Pasca Bom, Siswa SD St Clara dan SD Muhhamadiyah 6 Bermain Bersama






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 25 Mei 2018 08:08:50
Atasi Trauma Pasca Bom, Siswa SD St Clara dan SD Muhhamadiyah 6 Bermain Bersama

Surabaya,plewi.com - Peristiwa bom di tiga gereja di Surabaya yang terjadi Minggu (13/5/2018) lalu, masih menyisakan duka dan trauma. Beragam cara dilakukan untuk menghilangkan trauma serta mempererat kembali kerukunan antarumat beragama dan sesama pascakejadian itu. Seperti yang dilakukan Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 6 dan SD Katolik Santa Clara Surabaya dengan bermain bersama.

Kamis (24/5/2018) siang, setelah saling memperkenalkan diri, masing-masing siswa dari SD Katolik Santa Clara dan SD Muhammadiyah 6 Surabaya langsung berkumpul di ruang kelas. Tidak hanya para siswa yang memperkenalkan diri di dalam ruang kelas, para guru pun ikut saling memperkenalkan diri.

Kegiatan pun dilanjutkan di lapangan SD Katolik Santa Clara di Jalan Ngagel Madya Surabaya. Para siswa dan guru dari masing-masing sekolah ikut berpartisipasi dalam permainan tradisional. Tak lama, suasana pun mencair. Gelak tawa mengiringi setiap permainan yang dimainkan. Kekompakan pun mulai terlihat.

Selain bermain egrang, para siswa dan guru juga lomba balap bakiak. Siapa pemenangnya tidak penting. Sebab, sesuai tujuan awal ini, kegiatan ini memang untuk menghilangkan rasa trauma. Kemudian, menumbuhkan kembali rasa kebersamaan, persaudaraan, kekompakan dan toleransi antarumat beragama yang sempat terganggu pascabom bunuh diri di tiga gereja Surabaya. Terlebih, lokasi SD Katolik Santa Clara Surabaya berdampingan atau masih satu kompleks dengan Gereja Santa Maria Tak Bercela yang pada Minggu, 13 Mei lalu menjadi salah satu sasaran bom bunuh diri dari teroris.

Seperti yang diungkapkan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 6 Surabaya, Munahar. Menurut dia, mereka datang untuk bersilaturahmi dan sekaligus menyampaikan turut berduka. “Pascakejadian bom yang kebetulan berada di satu area dengan SD Katolik Santa Clara, kejadian itu kan bagaimanapun disinggungkan dengan Islam. Nah, kami hadir ingin yang pertama untuk silaturahmi, yang kedua ikut berduka,” katanya.

“Kami tidak suka dengan kejadian itu dan kami ingin menunjukkan, ini lho Indonesia. Keberagaman yang ada harus dijalin. Yang semula mungkin sudah retak karena persoalan bom, maka kami ingin menyambung kembali jalinan kebangsaan itu, keberagaman itu,” papar Munahar.

Sependapat dengannya, Kepala Sekolah SD Katolik Santa Clara Surabaya Suster Bernadetha Wiwik mengatakan, kegiatan bersama dua sekolah itu diharapkan bisa menghilangkan trauma pascakejadian bom bunuh diri di tiga gereja Minggu, 13 Mei lalu. Hal ini terutama bagi anak-anak.

“Kegiatan ini juga untuk menjalin kebersamaan dengan teman-teman dari sekolah non-Katolik. Dengan kehadiran siswa-siswi dari SD Muhammadiyah 6, kami membangun kebersamaan dan persatuan,” kata Suster Bernadetha Wiwik.

Kegiatan memupuk rasa persaudaraan dan persatuan ini kembali dilanjutkan dengan bercocok tanam bersama di kebun sekolah SD Katolik Santa Clara. Rencananya kegiatan positif ini akan menjadi agenda rutin dalam berbagai bentuk kegiatan bersama.mwp

dilihat : 187 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution