Rabu, 21 November 2018 17:39:31 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 128
Total pengunjung : 441135
Hits hari ini : 691
Total hits : 4072016
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ini Pesan Bayu, Pelayan Tuhan Korban Pengeboman Gereja






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 24 Mei 2018 08:08:10
Ini Pesan Bayu, Pelayan Tuhan Korban Pengeboman Gereja

Surabaya - Korban ledakan bom Gereja Santa Maria Tak Bercela yang sempat menghadang pelaku pembawa bom, Aloysius Bayu Rendra Wardhana akhirnya dimakamkan Rabu siang (23/5) kemarin di Tempat Pemakaman Umum Keputih Surabaya. Isak tangis mewarnai serangkaian prosesi pemakaman, mulai misa perpisahan di rumah duka, misa arwah di Gereja Santa Maria Tak Bercela, hingga pemakaman.

Ketika misa arwah di, beredar selebaran yang berisi gambar Bayu, Istri, dan kedua anaknya serta pesan Monique Dewi sang istri. Menariknya, di sisi belakang selebaran tersebut terdapat pesan terakhir Bayu yang disampaikan melalui group Whatsapp gereja.

Beberapa kutipan pesan terakhir tersebut sempat dibacakan oleh pemimpin acara misa arwah, Romo Kudro. “Perlu diingat ya adik-adik kita bukan tukang parkir, tapi kita petugas yang melayani umat dan gereja di lingkup parkir. Di mana kita seharusnya bangga bisa melayani Tuhan dengan situasi yang berat, berjam-jam, panas kepanasan, hujan kehujanan, dan lain-lainnya yang banyak lagi,” kata Romo Kudro membaca pesan Bayu.

Dalam pesannya, Bayu mengaku sudah menjadi relawan gereja semenjak duduk di bangku sekolah dasar. Sudah cukup lama hingga akhirnya ia menjadi koodinator relawan keamanan. Bayu juga menuliskan salah satu pengalaman kala menjadi relawan keamanan.

“Sedikit cerita juga kapan hari usai misa di luar gerbang gereja, saya bertemu dengan salah satu senior mudika dulu bilang ke saya begini Loh, Yu. Kamu kok kerasan di parkir? Apa cita-citamu dulu juga memang menjadi tukang parkir?"

Di dalam pesan yang dikirimkan pada 23 Maret 2018 pukul 23.00 WIB tersebut, Bayu juga menyampaikan susahnya menjadi relawan penjaga parkir gereja. Bahkan seringkali tidak sempat mengikuti misa. “Tapi tidak apa-apa. Semuanya demi gereja yang kita cintai, mau orang meremehkan kita atau apa, tidak penting.”

“Jadi tetaplah adik-adik jangan minder kalau membantu di parkir. Jadilah OMK yang handal apapun bidangnya pelayanannya karena kalian lah pilar-pilar gereja. Dan tidak semua orang bersedia dan terpanggil melayani Tuhan di lingkup parkir. Semangat ya. Terimakasih. Kalian lah yang terbaik,” tutupnya.idn/red

dilihat : 69 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution