Selasa, 18 Desember 2018 16:08:13 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 275
Total pengunjung : 451707
Hits hari ini : 1379
Total hits : 4159443
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Presiden: Terorisme Harus Diperangi Dengan Cara Luar Biasa






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 23 Mei 2018 13:02:03
Presiden: Terorisme Harus Diperangi Dengan Cara Luar Biasa

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Kepada para jajarannya, Presiden menekankan bahwa terorisme adalah kejahatan luar biasa terhadap negara bangsa dan kemanusiaan. “Karena terorisme adalah kejahatan yang luar biasa maka harus dihadapi, dilawan, diperangi, dengan cara yang juga luar biasa,” tegas Jokowi.

Selama ini sambung Jokowi, fokus pendekatan pemerintah dalam menghadapi terorisme adalah hard power. Aparat kepolisian mengedepankan tindakan pencegahan sebelum aksi teror dilakukan.

“Dengan penegakan hukum yang keras, tegas dan tanpa kompromi dengan memburu dan membongkar jaringan teroris sampai ke akar akarnya,” ucap Presiden.

Menurutnya Presiden, pendekatan hard power sangat diperlukan, tetapi belum cukup harus diseimbangkan dengan soft power. Soft power yang dimaksud, bukan hanya dengan memperkuat program deradikalisasi kepada mantan napi teroris.

“Tapi juga membersihkan lembaga mulai dari TK, SD, SMP SMA, perguruan tinggi, ruang-ruang publik, serta mimbar-mimbar umum dari ajaran ideologi terorisme,” ulasnya.

Presiden menilai, langkah preventif ini sangat penting ketika melihat bom bunuh diri di Surabaya-Sidoarjo lalu mulai melibatkan keluarga, perempuan dan anak-anak di bawah umur.

Hal tersebut tambah Presiden, menjadi peringatan betapa keluarga bisa menjadi target indoktrinasi terorisme. “Untuk itu saya minta pendekatan hard power dan soft power dipadukan, diseimbangkan, sehingga aksi pencegahan dan penanggulangan terorisme bisa berjalan jauh lebih efektif lagi,” pungkasnya. (Bj/CR-2)

dilihat : 32 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution