Rabu, 18 Juli 2018 15:28:59 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 163
Total pengunjung : 406557
Hits hari ini : 1184
Total hits : 3706265
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Karantina Surabaya Bersiap Kedatangan Badak India asal Inggris






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 22 Mei 2018 16:45:35
Karantina Surabaya Bersiap Kedatangan Badak India asal Inggris

Surabaya - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya bersiap menyambut kedatangan impor Badak India oleh PT BWS. Terkait rencana rencana importasi Badak India pada tanggal 16 Mei importir telah memaparkan kesiapannya untuk melakukan importasi badak tersebut pada BBKP Surabaya.

Kepala Bidang Karantina Hewan, drh Cicik Sukarsih, Selasa (22/5) mengatakan, Badak India yang akan diimpor merupakan hasil penangkaran Royal Zoological Society of Scotland Edinburgh Zoo di Inggris, sehingga dapat diperdagangkan dengan berbagai persyaratan.

Menurut drh. Cicik, PT. BWS telah memenuhi persyaratan yang diperlukan karena memiliki Instalasi Karantina Hewan dan ijin dalam kegiatan konservasi melalui Lembaga Konservasi. Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, PT. BWS diperbolehkan untuk melakukan importasi Badak India tersebut.

Persyaratan tersebut salah satunya adalah otoritas pengelola dari negara pengekspor harus melaporkan non-detriment finding berupa bukti, bahwa ekspor spesimen dari spesies tersebut tidak merugikan populasi di alam bebas, diharuskan memeriksa ijin impor yang dimiliki pedagang dan memastikan negara pengimpor dapat memelihara spesimen tersebut dengan layak.

Selama ini, Badak India adalah mamalia besar yang dapat ditemui di Nepal dan di Assam, India. Saat ini populasinya hanya berjumlah sekitar 2.600 ekor dan termasuk dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), artinya spesies yang terancam punah bila perdagangan tidak dihentikan.

Hewan atau tumbuhan dalam Apendiks I dapat diperdagangkan apabila merupakan hasil penangkaran atau budi daya sehingga dianggap sebagai spesimen dari Apendiks II dan dengan beberapa persyaratan.

dilihat : 25 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution