Jum'at, 21 September 2018 01:53:24 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 278
Total pengunjung : 421962
Hits hari ini : 2779
Total hits : 3884367
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -PGI dan Tokoh Agama Surabaya Desak DPR-RI Segera Sahkan RUU Terorisme






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 14 Mei 2018 18:45:05
PGI dan Tokoh Agama Surabaya Desak DPR-RI Segera Sahkan RUU Terorisme

Surabaya, Pustakalewi.com - Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia bersama dengan tokoh lintas agama yang ada di Surabaya sepakat dan menyatakan sikap mendesak DPR-RI untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Terorisme.

Kesepakatan tersebut disampaikan para tokoh agama lintas agama dalam jumpa pers pernyataan sikap tokoh gereja dan tokoh umat beragama lainnya di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Senin (14/05)pasca aksi bom bunuh diri di tiga gereja yang terjadi Minggu kemarin.

Pernyataan yang dibacakan Pdt Ronni Mandang dari PGLII ini dihadiri juga Pdt Gomar Goeltom selaku sekretaris umum PGI, Romo Kurdo dari Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (SMTB), Muhamad Muhibin Ketua PCNU Surabaya, Pdt Jonathan Biantoro Gembala GPPS Sawahan, Pdt Soetrisno dari sinode GKI Wilayah Jatim dan Willy Poerwosuwito, dari BAMAG Surabaya.

Pdt Gomar Goeltom usai jumpa pers mengatakan bahwa sudah waktunya DPR-RI segera mengesahkan RUU Terorisme yang sudah ada di tangan DPR dua tahun ini sejak peristiwa bom Thamrin.

Saya rasa ada yang salah dengan DPR-RI kita ini. Jadi sudah tugas kita bersama mencegah terorisme terlebih Presiden Jokowi juga sudah memberi tenggat waktu bagi DPR-RI untuk segera mengesahkan RUU Terorisme tersebut.

"Satu nyawa di dunia ini berharga dimata Tuhan, agama hadir kedunia ini untuk memelihara kehidupan. Oleh karena itu tidak bisa kita katakan bahwa bom bunuh diri ini mengatasnamakan agama," ujar Pdt Gomar.

Bom bunuh diri ini justru merobek-robek iman karena iman ada untuk menghidupkan bukan untuk mematikan. Oleh karena itu janganlah kita melakukan tindakan yang tidak berkenan itu mengatasnamakan membela iman dan keyakinan kita.

Oleh sebab itu pada kesempatan ini PGI bersama para tokoh agama di Surabaya mengecam keras perbuatan dengan kekerasan karena kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Kekerasan yang dibalas dengan kekerasan akan menghasilkan kehancuran sebagai contoh Suriah saat ini.

Suriah saat ini hancur karena kekerasan mengatasnamakan agama kini harus membangun tidak dari nol lagi tapi dari minus jika masalah mereka saat ini selesai.

Selain itu mereka menghargai dan mengapresiasi kinerja aparat hukum yang gencar memerangi dan menangkap para pelaku teror. Perlu adanya pencegahan dini dari aparat dan pencegahan ini tidak bisa dilakukan sendiri haruslah bersama-sama.

(mwp)

dilihat : 35 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution