Sabtu, 18 Agustus 2018 03:58:15 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 154
Total pengunjung : 414140
Hits hari ini : 2678
Total hits : 3795512
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gus Ipul Belajar Ciptakan Provinsi Hijau Di Kampung Glintung






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 12 Mei 2018 02:30:54
Gus Ipul Belajar Ciptakan Provinsi Hijau Di Kampung Glintung

Malang - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendatangi kampung Glintung Go Green (3G) Kota Malang, Jumat (11/5/2018) siang.

Di kampung yang sukes mengaplikasikan Gerakan Menabung Air (Gemar) ini, Gus Ipul menyapa dan belajar pada warga yang ada di RW 23, Purwantoro, Blimbing, Purwantoro, Kota Malang ini.

Hasilnya, Gus Ipul ingin mengadopsi Gerakan Menabung Air tersebut menjadi gerakan yang lebih besar. Di antaranya dengan melaksanakan Gemar menabung air di seluruh Jawa Timur.

Setiba di lokasi, Gus Ipul langsung disambut oleh Ketua RW 23 yang juga kordinator warga, Bambang Irianto.

Gus Ipul lantas diajak berkeliling kampung melihat satu persatu hasil program warga diantaranya adalah biopori sebagai menampung air sekaligus fasilitas antisipasi terhadap banjir.

Selama lima tahun terakhir, kampung ini sukses menanam sekitar 1100 biopori yang tersebar di seluruh kampung. Hasilnya, daerah yang biasanya menjadi langganan banjir, kini tak lagi merasakan musibah tahunan ini.

Bukan hanya sebagai sumber serapan, biopori tersebut sekaligus menjadi media penghasil kompos. Bahkan, kompos yang dihasilkan kampung ini juga bisa dijual.

Sementara air yang tertampung di biopori lantas meresap ke sumur-sumur warga dan menjadi sumber mata air baru.

Tak hanya dengan sumur, kampung ini juga mengembangkan konsep pertanian berbasis hidroponik. Gus Ipul juga sempat memetik sayuran sawi hasil dari tanaman hidroponik ini.

"Tanaman hidroponik ini mahal harganya karena memang kaya akan gizi," kata Gus Ipul sambil memetik sawi.

Untuk meminimalkan sampah, kampung ini juga mempunyai bank sampah selain digunakan sebagai bahan kompos. Penjualan sampah di bank ini juga praktis menaikkan taraf hidup masyarakat sekitar.

Tak heran, dengan berbagai terobosan yang dibuat tersebut, kampung ini telah mendapat berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Bahkan, Bambang juga pernah menjadi pembicara di forum internasional, Guangzhou Award For Urban Inovation 2016

Oleh karenanya, Gus Ipul pun terinspirasi dan ingin mengaplikasikan terobosan ini sebagai program pemerintah provinsi.

"Berangkat dari keresahan masyarakat, kemudian dikoordinir oleh seorang pemimpin maka program ini jadi kurang dari lima tahun. Ini sebuah pencapaian yang patut diapresiasi," kata Gus Ipul yang kini berpasangan dengan Cawagub, Puti Guntur Soekarno ini.

Oleh karenanya, di kurun waktu lima tahun kedepan apabila terpilih sebagai gubernur, Gus Ipul optimistis program ini bisa diadopsi.

"Program ini bisa ditiru dan dikembangkan di Jawa Timur. Manfaatnya besar. Bukan hanya untuk masyarakat sekitar namun juga masayakat pada umumnya. Harus lebih banyak lagi kampung seperti Ini," kata Gus Ipul.

Menurutnya, progam membangun dari kampung dan desa atau daerah pinggiran ini sangat sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo.

"Inilah inti dari revolusi mental yang sesungguhnya. Berangkat dari keresahan, masyarakat mau berubah menjadi lebih baik dengan cara gotong royong," kata Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini. (is/pr)

dilihat : 74 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution