Jum'at, 19 Oktober 2018 22:52:06 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 302
Total pengunjung : 430945
Hits hari ini : 1567
Total hits : 3975390
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -BI Gandeng Bank Jatim Sosialisasikan GPN Bagi Awak Media






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 08 Mei 2018 21:01:55
BI Gandeng Bank Jatim Sosialisasikan GPN Bagi Awak Media

Surabaya,plewi.com - Bank Indonesia (BI) fokus melakukan sosialisasi gerbang pembayaran nasional (GPN). Kali ini Bank Indonesia menggandeng Bank Jatim mengadakan sosialisasi GPN bagi awak media Surabaya. 

Yudi Harymukti Kepala Grup Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Admimistrasi (SP, PUR & LA) memaparkan tujuan sosialisasi. Dia menyatakan, peluncuran GPN itu sebagai wujud interkoneksi dan dioperasikannya sistem pembayaran nasional.

"GPN ini memberi manfaat bahwa setiap traksaski yang dilakukan oleh nasabah mudah dilakukan di mana saja. Tidak perlu mencari device ATM atau edisi bank yang dia miliki. ATM yang ada bisa memproses bisa segala macam kartu yang diterbitkan oleh nasabah," jelas Yudi di acara bincang bareng media Surabaya Selasa (08/05).

Selain itu, kata Yudi, transaksi menggunakan GPN mampu meningkatkan perlindungan konsumen antara lain melalui pengamanan data transaksi nasabah dalam setiap transaksi. GPN juga memberikan dukungan penuh bagi program-program pemerintah. 

"Termasuk penyaluran bantuan sosial non tunai, seperti di jalan tol dan transportasi publik," ungkapnya.

Transaksi debit menggunakan GPN, lanjut Yudi, dapat dikenai merchant discount rate (MDR) atau angka yang dibebankan kepada merchant. Angkanya dikisaran 0,15 persen sampai 1 persen.

"Untuk transaksi on us dikenakan 0,15 persen, sementara untuk off us dikenakan 1 persen. Sebelum GPN biaya yang dikenakan sekitar 1,6 persen sampai 2,6 persen," imbuhnya.

Tahapan saat ini, kartu GPN masih dalam proses. Sejumlah bank juga telah memperoleh ijin untuk pencetakan kartu.

"Saya yakin dan optimis target akhir Maret ini, mereka sudah mendapat kartu dan segera diedarkan. Tapi tentunya belum menyeluruh, kita masih terus lakukan sosialisasi. Maksimal 2022 semua dapat terealisasi seluruhnya," katanya.

Hadir dalam sosialisasi tersebut Difi Ahmad Johansyah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov Jatim dan Soeroso Dirut BPD Jatim.mwp

dilihat : 98 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution