Rabu, 19 Desember 2018 05:01:24 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 122
Total pengunjung : 451891
Hits hari ini : 916
Total hits : 4161423
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -BPJS Ketenagakerjaan Rungkut Berkomitmen Sejahterakan Buruh






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 08 Mei 2018 20:43:57
BPJS Ketenagakerjaan Rungkut Berkomitmen Sejahterakan Buruh

Surabaya - Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional atau May Day (Hari Buruh), BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surabaya Rungkut mengajak para peserta BPJS Ketenagakerjaan senam bersama di halaman depan kantor dan diberikan minuman gratis, Jumat (4/5) lalu.

Usai senam bersama Oki W Gandha menyapa dengan ramah setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengurus klaim maupun minta informasi di kantor cabang Surabaya Rungkut. 

Dijelaskan Oki W Gandha, pada tahun ini ada peningkatan perusahaan dan  anggota kepesertaan. Terlebih lagi, adanya jaminan pensiun, diharapkan bagi perusahan-perusahaan yang belum mengikuti progam ini, segera ikutan. Program pensiun ini sangat penting bagi karyawan nantinya, ketika sudah tidak bekerja lagi. 

Menurutnya, tahun ini menargetkan ada penambahan tenaga kerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 53.000 dan  1.259 perusahaan. 

"BPJS Ketenagakerjaan melindungi pekerja Indonesia. Sedangkan BPJS kesehatan sebagai pelindung  masyarakat Indonesia dan keluarga ," cetus Oki W Gandha. 

BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya melindungi para kerja penerima upah, yang bekerja secara formal di perusahaan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) maupun CV saja.

Namun juga melindungi para pekerja  yang bukan penerima upah, yang bekerja secara informal maupun mandiri. Diperkirakan 2/3 para pekerja adalah bekerja informal.

"Kalau pekerja itu bekerja di pabrik dan kemudian pabriknya tutup. Lalu usaha mandiri, mereka tetap bisa terlindungi jaminan sosial dengan menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Para pelaku bisnis online yang bekerja di rumah, nelayan, penarik becak dan pekerja informal lainnya, tetap bisa mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan," cetus Oki W Gandha.     

Selama mereka menjadi peserta akan tetap dilindungi, jikalau terjadi kecelakaan atau meninggal dunia. Dan, sebaliknya, kalau tidak membayar iuran, tidak dilindungi.

"Kami berusaha menyadaran para pekerja akan pentingnya menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, karena mereka belum asuransi minded. Kami melalui asosiasi, lembaga pemerintah daerah melakukan sosialisasi menyadarkan masyarakat akan pentingnya jaminan sosial itu. Kami tidak pernah berhenti," tukasnya.

Ditambahkan Oki W Gandha, pihaknya  sempat berkunjung ke Sidosermo, bertemu tokoh masyarakat, RT/RW  dan melakukan sosialisasi pentingnya menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. 

Kalau mereka ikut asuransi komersial premi yang dibayarkan per bulannya mahal, dan cenderung selektif. Nah, dengan menjadi peserta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, iurannya murah dan pelayannya terbukti bagus. Hanya bayar iuran  Rp  16.800 sudah mempunyai hak yang sama, seperti pekerja di kantoran. 

Begitu pula dengan pekerja media dan loper koran yang sehari-harinya panas-panasan dan terkena hujan. Kalau terjadi kecelakaan dan terjatuh di jalan. Siapa yang akan membayar biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit nantinya. "Dengan ikut jaminan sosial, resiko kecelakaan dialihkan dan ditangani BPJS Ketenagakerjaan," ungkapnya

Demikian halnya dengan tukang ojek maupun nelayan yang hilang ketika melaut untuk menangkap ikan. "Saya juga baru tahu, nelayan yang mengikat kapal (di pantai-red), seringkali terbentur badannya  dan mengalami  luka dalam. Itu ketika saya di Blitar, nelayan  meninggal dunia mendapatkan santunan Rp 24 juta. Keluarganya terbantu, padahal nelayan itu belum lama menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," tukas Oki W Gandha.

Kejadian serupa terjadi ketika SPBU meledak di Berbek, beberapa waktu lalu. "Kami memberikan santunan sebesar Rp 283 juta lebih," tandasnya.

Penyerahan  santunan Jaminan Kematian (JKK) terhadap korban kebakaran SPBU Berbek, Kusno di rumah asalnya, di Dusun Bondot, Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Magetan, Jawa Timur, Selasa (13/3) sore. Santunan itu diserahkan kepada istri almarhum Kusno, Wati.

Kusno adalah karyawan PT Tirta Investama Surabaya yang meninggal saat peristiwa kebakaran di SPBU Berbek, Sidoarjo, beberapa waktu lalu. Kejadian itu juga mengakibatkan empat korban luka-luka.

Ahli waris almarhum berhak mendapat santunan kematian kecelakaan kerja sejumlah Rp 284,36 juta, ditambah Jaminan Pensiun Rp 331.000 per bulan.

Dengan adanya  santunan ini bisa membantu mengurangi beban hidup keluarga almarhum. Musibah ini dapat menggugah kesadaran pekerja maupun perusahaan yang belum daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk segera daftar.

"Kami berharap kepada para pekerja yang belum daftar, baik sektor formal, informal, dan jasa konstruksi, segera daftar BPJS Ketenagakerjaan. Karena, musibah bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja,"  kata Oki  W Gandha.

Bahkan, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan kemudahan bagi anggota kepesertaan. Belum lama ini, menggandeng BTN yang memberikan kredit perumahan rakyat (KPR) bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

 "Kami minta Bank BTN mengumpulkan mitra pengembang perumahan yang menawarkan produk rumahnya di bawah harga Rp 500 juta kepada para pekerja," katanya. 

Para pekerja yang menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang mengajukan KPR pada BTN akan mendapatkan kemudahan.  Uang muka (UM) rumah hanya 5 persen. Padahal, UM rumah untuk masyarakat biasa dikenakan 20 persen dari harga rumah.

"Kami minta bunga spesial dan lebih murah untuk KPR yang diajukan peserta BPJS Ketenagakerjaan.  Peserta yang mengajukan dengan persyaratan, perusahaannya tertib administasi, gaji tidak di bawah UMK dan kepesertaan sudah setahun," kataOki W Gandha . Red/mwp

dilihat : 86 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution