Sabtu, 23 November 2019 05:42:20 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520229
Hits hari ini : 680
Total hits : 5102453
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Polisi Gerbek Apartemen Pijat Plus Berkedok Pijat Tradisional






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 07 Mei 2018 11:07:59
Polisi Gerbek Apartemen Pijat Plus Berkedok Pijat Tradisional

Jakarta - Polisi menangkap kembali dua mucikari, Papi H (31) dan Mami M (35) di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, karena melakukan prostitusi online melalui aplikasi WeChat.

Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard Mahenu mengatakan, kedua pelaku itu awalnya mengirimkan pesan berantai untuk menawarkan jasa pijat tradisional melalui aplikasi WeChat. Namun, jasa pijat plus-plus itu hanya kedok belaka untuk menutupi bisnis, haramnya.

Penyidik sambung AKP Rovan, lalu berpura-pura menjadi pelanggan dan janjian untuk bertemu di salah satu unit Apartemen yang ditentukan pelaku. Disitu, polisi lantas berhasil menciduk keduanya.

“Para tersangka ini sudah beroperasi selama satu tahun dengan omset ratusan juta rupiah. Pelaku ini menyewa dua unit Apartemen di dua tower, yakni tower Akasia dan Herbras,” ujarnya, Minggu (6/5/2018) kemarin.

Dijelaskannya, pelaku menyediakan jasa sepuluh pekerja seks komersial yang beroperasi pada pukul 09.00-03.00 WIB. Kepada para pelanggan, Papi dan Mami memberikan tarif Rp500 ribu untuk jasa pijat plus-plus perjamnya.

“Setelah pelanggan sepakat dengan harganya, mereka naik ke atas. Di dalam unit Apartemen itu sudah disediakan kondom untuk service lebih,” tuturnya.

Sementara itu, Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP, Ade Ary Syam Indradi menerangkan, dua tersanga itu, berperan sebagai Papi dan Mami serta menawarkan jasa prostitusinya itu melalui aplikasi WeChat. Adapun sasarannya, orang – orang yang baru mendownload aplikasi tersebut di Kawasan Apartemen Kalibata.

“Fasilitas yang ditawarkan awalnya berkedok pijat tradisional. Lalu melakukan komunikasi lanjutan dengan nomor WhatsApp hingga akhirnya menawarkan jasa plus-plus itu, dia kirimkan foto-foto terapisnya dan disepakati harganya,” jelasnya.

Dari Rp500 ribu itu lanjutnya, kedua mucikari mendapatkan untung Rp200 ribu, sisanya diberikan pada terapis. Saat ini, polisi tengah melakukan pengembangan lebih lanjut, pihak Apartemen pun bakal diperiksa guna kelengkapan berkas dan pengembangan nantinya.

Dalam kasus itu, tambah Ade, polisi mengamankan bukti berupa 4 handphone, uang tunai Rp1,4 juta, satu kondom bekas pakai, satu akses lift Apartemen Kalibata dan satu handbody merek Marina.

“Keduanya kami jerat dengan Pasal 296 KUHP tetang dugaan tindak pidana mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dan Pasal 506 KUHP tentang pelanggaran terhadap ketertiban umum,” pungkasnya. (BJ/red)

dilihat : 436 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution