Jum'at, 19 Oktober 2018 22:30:39 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 299
Total pengunjung : 430942
Hits hari ini : 1542
Total hits : 3975365
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Umat Kristen Hanya Menjadi Penonton dan Konsumen Survei Politik






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 22 April 2018 10:43:30
Umat Kristen Hanya Menjadi Penonton dan Konsumen Survei Politik

Surabaya, Pustakalewi.com – Banjir informasi terkait hasil survei-survei politik dalam konteks Pemilukada 2018 di Jawa Timur menciptakan situasi yang tidak menguntungkan bagi umat Kristen. Di satu sisi umat dipaksa mengonsumsi informasi hasil-hasil survei yang beragam. Di sisi lain keragaman hasil survei ini bukannya memenuhi kebutuhan akan informasi situasi politik, tapi justru membuat bingung.

Situasi ini yang ditangkap oleh Perhimpunan Pustaka Lewi dengan menyelenggarakan Seminar Publik bertajuk "Mencermati Perbedaan Hasil Survei Pilgub Jatim 2018" pada Sabtu (21/04) di Balai Pertemuan GKJW Jemaat Surabaya.

Dihadiri 20an peserta yang dari berbagai gereja dan lembaga pelayanan di Surabaya, seminar pendidikan politik ini menghadirkan tiga pemateri.

Pemateri pertama adalah Hari Fitrianto, pengajar di Jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga. Pemateri kedua adalah Anom Surahno, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemateri terakhir Santo Vormen dari Perhimpunan Pustaka Lewi.

Pada kesempatan pertama Anom Surahno yang bironya di pemprov membawahi juga desk pilkada mengingatkan bahwa pelaksanaan pemilihan kepala daerah di 13 kabupaten dan 5 kota di Jawa Timur, plus satu hajatan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur bisa berjalan kondusif.

Indikator-indikator terkait situasi kondusif di Jawa Timur menjelang pelaksanaan pemilukada 27 Juni nanti cukup membuat optimis hajatan demokrasi ini tidak akan mengganggu kondisi sosial dan ekonomi.

Sementara itu Hari Fitrianto dalam kapasitasnya sebagai akademisi mencoba menjelaskan ambiguitas lembaga-lembaga survei politik. Lembaga-lembaga survei politik disebutnya merupakan bagian tak terpisahkan dari perkembangan demokrasi. Ilmu sosiologi dan politik juga telah menjadikan instrumen survei ini sebagai salah pengembangan keilmuan.

Ambiguitas lembaga survei, terutama dalam konteks survei politik di Pligub Jawa Timur 2018, disebutnya terletak pada tujuan apakah murni dalam memotret opini atau justru merekayasa atau merekonstruksi opini publik. Ini dua posisi yang berlainan dan selama ini bukan rahasia lagi lembaga-lembaga survei kredibilitasnya dipertanyakan terkait derajat keterlibatan mereka dalam suatu event pemilihan umum.

Pertanyaan terkait dimana posisi umat Kristen dalam perdebatan hasil survei politik dilontarkan oleh Santo Vormen, Koordinator Program Pustaka Lewi. Tak bisa dipungkiri kehadiran umat dan gereja hanyalah sebagai penonton dan konsumen hasil survei politik. Umat Kristen di Jawa Timur tidak mempunyai suatu pembanding ideal terkait hasil survei maupun tempat atau institusi netral yang bisa ditanyai terkait hal ini nyaris tidak ada.

Struktur dan insfrastruktur politik untuk mewadahi aspirasi umat Kristen di Jawa Timur sebenarnya sudah ada secara parsial walaupun tidak terkonsentrasi di satu institusi tunggal. Namun aspek pendidikan politik warga gereja, dimana salah satunya adalah lembaga-lembaga pendidikan dan non-partisan masih belum hadir. Universitas-universitas Kristen misalnya belum membuka ruang bagi tema-tema politik. Sehingga ketika ada fenomena politik menjelang pemilu umat Kristen selalu gagap dan reaktif ketika meresponnya.

Dalam sesi interaksi ada dua peserta yang menanggapi. Pdt. Robert Siregar dari GMII Antiokhia menceritakan pengalaman menjumpai masih banyak permasalahan teknis penyelenggaraan pemilu yang berpotensi menghilangkan hak politik warga gereja. Sedangkan penanggap kedua, dr. Benjamin dari Komisi A DPRD Jawa Timur menyebutkan umat Kristen harus lebih banyak terlibat dalam isu-isu politik. Dia menyebutkan ada banyak ruang pelayanan di bidang politik yang masih belum tersentuh oleh kehadiran umat Kristen.

Dalam kesempatan ini juga hadir Pdt. Muji Kadarto sebagai perwakilan tuan rumah yang menyampaikan sambutan dan pesan agar proses pilkada berjalan dengan baik serta menyambut baik forum-forum seperti ini tanpa membawa gereja sebagai tempat politik praktis.

(sav)

dilihat : 27 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution