Rabu, 21 November 2018 16:49:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 114
Total pengunjung : 441121
Hits hari ini : 527
Total hits : 4071852
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Presiden Jokowi: Tinggalkan Cara Kerja Bertele-Tele






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 30 April 2018 20:26:18
Presiden Jokowi: Tinggalkan Cara Kerja Bertele-Tele

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar seluruh pejabat pusat dan daerah agar mengoptimalkan waktu untuk membangun. Birokrasi dan perizinan yang berbelit sepatutnya ditinggalkan, apalagi di tengah kemajuan teknologi saat ini.

“Musuh nomor satu kita adalah jangan buang-buang waktu. Ini tolong digarisbawahi. Apa itu? Ya cara kerja bertele-tele, buang-buang waktu. Gaya yang muter-muter itu tolong ditinggalkan,” kata Jokowi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta, Senin (30/4).

Diungkapkan, Indonesia akan mengalami kesulitan untuk menjadi negara maju apabila masih mempersulit perizinan. “Masih banyak ini terjadi di pusat, provinsi, kabupaten, kota. Kalau mindset pola pikir, sikap masih seperti itu, ya sudah akan sulit maju kita,” ungkapnya.

Diingatkan bahwa dunia global kini menuju revolusi industri 4.0. Dicontohkan, sudah terdapat sebuah mesin robot cetak rumah tinggal selama 24 jam dengan biaya sepertiga biaya konstruksi tradisional. “Ini menggambarkan dunia sudah berubah masa kita berbelit-belit, mau jadi apa kita,” ujarnya.

Menurutnya, ekspor dan investasai Indonesia sudah kalah dengan negara Malaysia, Thailand dan Vietnam. “Mereka lari cepat. Bisa nanti kita kalah dengan Laos, Kamboja, kalau kita terjebak dengan rutinitas dan tidak berani melakukan lompatan-lompatan. Oleh sebab itu, kalau mau ada investasi, buka lebar-lebar, apalagi orientasi ekspor. Jangan lagi izinnya ruwet,” tegasnya.

Turut mendampingi Jokowi diantaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla serta sejumlah menteri Kabinet Kerja. Selain itu, tampak hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang. (Jt/b1)

dilihat : 20 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution