Jum'at, 21 September 2018 06:48:25 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 334
Total pengunjung : 422020
Hits hari ini : 3236
Total hits : 3884824
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pertarungan Khofifah-Emil VS Gus Ipul-Puti Mulai Panas






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 28 April 2018 09:16:41
Pertarungan Khofifah-Emil VS Gus Ipul-Puti Mulai Panas

Surabaya - Pilgub Jawa Timur 2018 mulai panas dan ketat. Hasil survey terbaru yang di rilis Surabaya Survey Center (SSC), menunjukkan angka elektabilitas kedua kandidat yang beda tipis.

Namun, pada survey terbaru menunjukkan elektabilitas dan akseptabilita pasangan nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak berhasil naik bahkan meninggalkan pasangan nomor urut dua, Saifullah Yuauf-Puti Guntur Soekarno.

"Dari pertanyaan tertutup yang kami berikan pada masyarakat, ternyata pasangan Khofifah-Emil mengalami peningkatan drastis dari yang pada bulan Desember itu 33,9 persen menjadi 41,1 persen. Sedangkan untuk Gus Ipul-Puti juga mengalami kenaikan tidak drastis karena pada bulan Desember masih bersama A3 (Abdullah Azwar Anas) 36,2 persen, sekarang menjadi 39,2 persen, dengan undiceded voters yang mencapai 19,7 persen," papar Direktur Riset SSC, Edy Marzuki saat rilis survey di Hotel Yello, Surabaya, Jumat (27/4/2018).

Menanggapi hal tersebut, Direktur SSC sekaligus pengamat politik Universitas Trunojoyo, Mochtar W Oetomo mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan begitu kecilnya peningkatan elektabilitas Gus Ipul-Puti. Salah satunya adalah pergantian Cawagub yang semula diemban Abdullah Azwar Anas (Anas) menjadi Puti Guntur Soekarno (Puti).

"Sehingga mereka agak terlambat dalam menjalankan strategi pemenangan. Karena harus melakukan konsolidasi ulang dengan seluruh partai pengusung," katanya.

Tak hanya itu, pergantian dari Anas dan Puti bisa menjadi salah satu penyebab kurangnya dukungan dari partai pengusung kecuali PDI Perjuangan tak lebih dari 50 persen.

Dalam hasil survey menyebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menjadi partai pemenangan di Jatim hanya memberi suara 45,7 persen pada Gus Ipul-Puti, kemudian Gerindra hanya memberi 45,3 persen, dan PKS hanya memberi 41,2 persen saat ini. Hanya PDI Perjuangan yang memberi 67,5 persen suara.

"Ya bisa saja pergantian dari Anas ke Puti ini menyebabkan begitu kurang masivnya dukungan dari partai pengusung di luar PDI Perjuangan. Kan Anas ini representasi merah (nasionalis) dan hijau (NU), sehingga jika PKB hanya 45,7 persen suara itu wajar saja," jelas Mochtar.

Sementara terkait peningkatan drastis Khofifah-Emil, Mochtar menilai banyak orang yang memilih karena keduanya dianggap berkualitas dan memiliki solusi untuk memecahkan permasalahan di Jawa Timur.

Menanggapi hasil survey itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno meminta seluruh partai pengusung untuk all out memenangkan Gus Ipul-Puti.

"Ayo ojok (jangan) setengah-setengah, kita harus tampil all out untuk menang," kata Untari.jt/red

dilihat : 32 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution