Sabtu, 20 Juli 2019 11:57:56 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520048
Hits hari ini : 897
Total hits : 4818278
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ketum PBNU: Indonesia Tidak Perlu Jadi Negara Agama






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 27 April 2018 20:27:24
Ketum PBNU: Indonesia Tidak Perlu Jadi Negara Agama

Surabaya,plewi.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu menjadi negara agama karena Pancasila adalah pilihan terbaik. Pernyataan ini disampaikan Said Aqil dalam peresmian Vidya Loka Universitas Katolik Darma Cendika di Surabaya, Jumat (27/4/2018).

Menurut Said Aqil, Indonesia adalah negara dengan mayoritas beragama Islam tetapi NU dalam Muktamar tahun 1984 sudah memutuskan bahwa NKRI dan Pancasila adalah ideologi negara yang sudah final. Said Aqil menghimbau mereka yang berusaha mengubah Indonesia menjadi negara agama untuk bercermin pada negara-negara Timur Tengah yang rentan terhadap konflik.

"Pancasila di Indonesia menjadi contoh konkrit ideologi yang berhasil menyatukan kaum nasionalis dan religius, sesuatu yang sukar terjadi di Timur Tengah," ujar Said Aqil.

Sidarto Danusubroto, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, dalam kesempatan yang sama juga menyayangkan pernyataan-pernyataan politisi yang cenderung memecah belah.

"Pernyataan-pernyataan yang beredar di media saat ini cenderung digunakan untuk mendiskreditkan pemerintah dengan memanfaatkan isu-isu SARA. Akibatnya masyarakat justru terpecah belah," tegas Sidarto.

Peresmian Vidya Loka Universitas Katolik Darma Cendika oleh Gubernur Jawa Timur selain dihadiri Said Aqil dan Sidarto Danusubroto juga dihadiri Eva Kusuma SundariĀ  (anggota DPR RI), Uskup Surabaya, dan cendekiawan Katolik di Jawa Timur.red/mwp

dilihat : 435 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution