Senin, 16 Juli 2018 02:02:40 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 182
Total pengunjung : 405925
Hits hari ini : 3067
Total hits : 3698891
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kades dan Pendeta Diminta Bersinergi dalam Pengelolaan Dana Desa






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 05 April 2018 20:05:26
Kades dan Pendeta Diminta Bersinergi dalam Pengelolaan Dana Desa

Rote — Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis meminta kepala desa dan pendeta agar bisa bersinergi dalam pengelolaan program pembangunan yang bersumber dari dana desa. Kepala desa dan pendeta tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, keduanya harus berkolaborasi agar dana desa dikelola dengan baik.

“Pendeta urus jemaat, kepala desa urus rakyat. Jemaat adalah rakyat, dan rakyat ada yang jemaat. Karena itu, semestinya bisa duduk bersama untuk membahas, merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi bersama program ini,” ujar Fary, dalam pertemuan dengan warga Rote,di Gereja Zafrat Namodale, Rote Tengah, Rote Ndao, kemarin.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR Agus Suprapto, utusan Balai SDA NTT Kostanji Nait, dan Sekretaris Sinode GMIT NTT Pendeta Yusuf Nakmafo.

Fary mengatakan, para pendeta harus berperan dalam pengawalan dana desa. Karena, alokasi dana desa melalui APBN sangat besar.

Menurutnya, sejak tahun 2015, alokasi dana desa sebesar Rp 20,1 triliun, dengan perincian per desa mendapat Rp 270-300 juta. Tahun 2016 dana desa meningkat senilai Rp 40-an triliun dengan alokasi per desa Rp 600- 700 juta, dan tahun 2017 ini, alokasinya menjadi Rp 60 triliun, dengan alokasi setiap desa Rp 700-900 juta.

“Dengan uang sebanyak ini mustahil tidak ada perubahan di desa. Untuk mengawal perubahan maka peran serta tokoh agama mutlak diperlukan,” tegas Fary.

Fary juga mengingatkan agar uang sebesar itu harus berputar di desa, bukan cuma transit. Karena itu, para pendeta harus terlibat sejak perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dana desa.

“Dana desa sudah tiga tahun berjalan, jangan sampai tanpa pengawalan tokoh agama,” ujarnya. (Bt/iso)

dilihat : 39 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution