Selasa, 17 Juli 2018 14:38:21 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 108
Total pengunjung : 406228
Hits hari ini : 903
Total hits : 3703078
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pertumbuhan Keuangan Syariah Lebih Tinggi dibanding Keuangan Konvensional






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 26 Maret 2018 15:32:12
Pertumbuhan Keuangan Syariah Lebih Tinggi dibanding Keuangan Konvensional

Jakarta - Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah pada Tahun 2017 mencapai 27 persen atau lebih tinggi dibanding Industri keuangan Konvensional,Hal ini diungkapkan oleh Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan

”Total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk Saham Syariah) mencapai Rp1.133,23 triliun atau tumbuh 27%. Ini lebih tinggi dari pertumbuhan industri keuangan konvensional.” katanya saat memberikan sambutan usai dilantik sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah ( MES ), Sabtu ( 24/3 ) di Jakarta

”Bahkan, pangsa pasar sukuk Indonesia mencapai 19% dari seluruh sukuk yang diterbitkan berbagai negara.” tambah Wimboh
Menurut Wimboh Pertumbuhan Indonesia menyimpan banyak potensi untuk semakin mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah jauh lebih pesat sehingga semakin berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Pertumbuhan keuangan syariah ini belum optimal karena secara kelembagaan masih belum kokoh dalam menghadapi berbagai tekanan dari eksternal maupun untuk memacu pertumbuhannya.” terangnya

Dia menjelaskan. Berbagai program harus terus dibangun secara berkelanjutan seperti meningkatkan literasi keuangan atau tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan syariah.

Berdasarkan hasil survei OJK tahun 2016 lalu menunjukkan tingkat literasi dan inklusi masyarakat terhadap produk keuangan syariah masih rendah, yaitu baru sebesar 8,11 persen, dengan tingkat literasi perbankan syariah sebesar 6,63 persen Perasuransian Syariah 2,51 persen dan Pasar Modal Syariah 0,02 persen.

Wimboh mengatakan, salah satu program MES ke depan adalah dengan mendukung pengembangan program Bank Wakaf Mikro, serta ikut berperan dalam pengembangan industri halal.

”Kami berharap MES dapat menjadi motor pengembangan Bank Wakaf Mikro dengan platform LKM syariah berbasis pesantren ini.” pintah Wimboh

Selain itu. Wimboh juga berharap, MES terus memberikan kontribusi yang besar pada pengembangan sektor industri halal,

” Kontribusi seperti: bidang industri fashion, busana muslim, makanan halal, farmasi, hingga sektor pariwisata, dan optimalisasi dana sosial keagamaan, seperti dana haji, dana zakat, dana wakaf, serta dana infaq, dan sedekah sebagaimana tercantum pada Program Kerja Nasional dan Garis Besar Kerja Organisasi ( GBKO ) hasil MUNAS MES IV.” pungkas Wimboh. (Ad)A

dilihat : 60 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution