Rabu, 19 Desember 2018 03:45:56 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 115
Total pengunjung : 451884
Hits hari ini : 805
Total hits : 4161312
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Refleksi Imlek: Merajut Keberagamaan Agama Dengan Forum Beda Tapi Mesra






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 17 Maret 2018 14:02:16
Refleksi Imlek: Merajut Keberagamaan Agama Dengan Forum Beda Tapi Mesra

Surabaya – Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki berbagai kekayaan alam yang kaya raya diantaranya suku bangsa, agama yang berbeda-beda. Untuk itu, gerakan membangun kebersamaan dalam bermasyarakat dan bernegara patut dijalin dengan baik dengan sesama anak bangsa.

Bentuk konkrit kerjasamanya melalui acara refleksi Imlek:Keberagaman Agama yang diadakan oleh Forum Beda Tapi Mesra di Klenteng Boen Bio Surabaya pada hari Minggu (11/3/2018) lalu.

Forum Beda Tapi Mesra yang terdiri dari lima agama yang ada di Indonesia dan kepercayaan mengadakan pertemuan untuk merajut kembali persahabatan diantara sesama anak-anak bangsa. Anuraga, mewakili Umat Klenteng Boen Bio, menjelaskan, ada tiga makna penting yang harus diangkat dalam merayakan hari raya Imlek.

"Ada 3 makna yang penting yang dapat digali untuk menjalin kebersamaan yakni makna Filosofis, Keimanan, dan kultural. Secara filosofis, hari raya Imlek bukan sekedar hal-hal yang lahiriah saja melainkan pembinaan mental ke arah yang lebih baik. Sedangkan, secara keimanan, hari raya Imlek ini sebagai hari pengucapan syukur yang dapat dilakukan secara bersama-sama dengan rekan-rekan dan keluarga dekat juga tidak meninggalkan rasa ucapan syukur kepada sang Khalik,”kata Anuraga.

Selanjutnya, secara kultural kegiatan ini adalah sebagai kegiatan yang memiliki nuansa yang saling mempererat satu dengan yang lain, antara keluarga satu dengan yang lain ditambah dengan penghargaan terhadap leluhur yang sudah meninggalkan berbagai macam hal-hal positif.

Sementara itu, Budi Santoso, pembina dari Forum Beda Tapi mesra, mengatakan Kekuatan dari perayaan Tahun Baru Imlek ini yakni memperkuat dan memberikan wawasan kekeluargaan yang mengental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dalam tatanan kekeluargaan Tionghoa selalu mengikat dengan leluhur yang meninggalkan hal-hal yang positif. Rasa beryukur akan Tuhan sebagai pencipta selalu memberikan warna positif dalam kehiidupan keluarga yang kemudian di kembangkan dalam kehidupan ekonomi Keluarga serta bisnis,”ujar Budi

Pembicara lain, Wahyu Hariyanto, pemerhati agama, menjelaskan bahwa dari sisi wawasan kebangsaan Indonesia sudah melewati semua masa-masa yang ada dalam sejarah. Untuk itu, sebagai bangsa yang besar dapat mempertahankan keberagamaan ini menjadi sebuah hal yang menarik untuk dikembangkan ke arah yang positif dan Forum Beda Tapi Mesra ini merupakan ide yang baik dalam mengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di sela-sela diskusi keberagaman beragama, Kiai Haji A Suyanto sebagai ketua Forum Beda Tapi Mesra mengatakan, Forum Beda Tapi Mesra ini adalah forum yang mendukung semangat kebhinekaan, tetap independen dalam bermasyarakat dan bernegara khususnya dalam Pemilihan Umum dan Pemilihan kepala Daerah.KE/pet/red

dilihat : 82 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution